Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di seluruh Indonesia. Khusus di Kota Kediri, Jawa Timur, proyek strategis ini ditargetkan rampung lebih cepat dari jadwal semula, yakni pada akhir Juni 2026.
Program Sekolah Rakyat Tahap II merupakan inisiatif pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di berbagai daerah. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah dalam mencetak generasi unggul melalui fasilitas pendidikan yang berkualitas.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Dody Hanggodo dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Secara nasional, program ini mencakup 104 lokasi di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota, dengan target kapasitas mencapai 112.320 siswa dalam 3.744 rombongan belajar. Hingga 22 Maret 2026, progres pembangunan secara nasional telah mencapai 15,54 persen. Percepatan ini didukung oleh penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta penyelesaian lahan yang terus dikebut.
Sekolah Rakyat Tahap II dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare. Fasilitas yang disediakan meliputi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, hingga asrama bagi siswa dan guru.
Percepatan Proyek di Kota Kediri
Di Kota Kediri, target penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat dimajukan dari Agustus menjadi akhir Juni 2026. Proyek yang berlokasi di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, ini dikerjakan oleh PT Nindya SPSS KSO, yang berencana menambah tenaga kerja dan material untuk mengejar target tersebut. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan di Kediri telah mencapai lebih dari 12 persen.
Sekolah Rakyat di Kediri akan terdiri dari 22 gedung, dengan rincian 14 bangunan dua lantai dan 8 bangunan satu lantai. Gedung bertingkat akan difungsikan sebagai ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Sementara itu, bangunan satu lantai diperuntukkan bagi fasilitas penunjang seperti:
- Asrama putra dan putri
- Asrama guru
- Kantin untuk masing-masing jenjang pendidikan
Selain itu, proyek di atas lahan seluas 5,1 hektare ini juga dilengkapi berbagai fasilitas tambahan, di antaranya masjid, lapangan mini soccer, lapangan voli, tempat pengolahan sampah (TPS), hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri telah diresmikan sejak 12 Januari 2026. Pada tahap awal operasional, sekolah ini direncanakan membuka tiga rombongan belajar di tiap jenjang dengan total sekitar 225 siswa baru. Prioritas penerimaan siswa akan diberikan kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Dengan percepatan ini, pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat segera beroperasi penuh untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas generasi muda di Kota Kediri dan sekitarnya.
