Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan pihaknya akan memberikan “respons yang tepat dan terukur” pada “waktu yang tepat” menyusul serangan Pakistan di wilayahnya. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di perbatasan kedua negara pada Senin, 23 Februari 2026.

Melalui platform X pada Ahad, kementerian tersebut mengecam keras serangan udara Pakistan. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional Afghanistan, hukum internasional, prinsip bertetangga yang baik, serta nilai-nilai Islam.

Lebih lanjut, Kementerian Pertahanan Afghanistan menuduh militer Pakistan menyasar pusat sipil dan keagamaan di Afghanistan, yang menurut mereka mencerminkan kelemahan intelijen dan keamanan Pakistan. “Tindakan agresi berulang seperti itu tidak akan pernah dapat menutupi kelemahan internal mereka,” tegas pernyataan tersebut.

Sebelumnya, media Afghanistan dan Kementerian Informasi Pakistan melaporkan bahwa pasukan Pakistan melancarkan serangan udara di sejumlah wilayah timur dan tenggara Afghanistan. Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan, dalam unggahan di X pada Ahad dini hari, mengklaim bahwa militer negaranya melakukan serangan balasan berbasis intelijen.

Serangan tersebut menargetkan tujuh kamp dan tempat persembunyian kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang mereka sebut sebagai Fitna al Khwarij (FAK), beserta afiliasinya dan Islamic State Khorasan Province (ISKP) di kawasan perbatasan. Islamabad menyatakan serangan ini dilakukan menyusul pemboman bunuh diri baru-baru ini di Pakistan yang menewaskan sejumlah korban.

“Pakistan mengharapkan dan menegaskan kembali agar Pemerintah Sementara Afghanistan memenuhi kewajibannya dan tidak mengizinkan wilayahnya digunakan oleh Khwarij dan teroris untuk melawan Pakistan, karena keselamatan dan keamanan rakyat Pakistan adalah yang utama,” demikian ungkap pernyataan dari Pakistan.

Ketegangan ini memuncak setelah Pakistan sebelumnya bersumpah akan membalas tewasnya dua personel keamanannya pada Sabtu di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Islamabad telah memperingatkan bahwa mereka tidak akan membiarkan serangan apa pun dari wilayah Afghanistan tanpa respons.