Keluhan terkait operasional angkutan feeder kembali menjadi sorotan di Surabaya. Warga menyoroti layanan Feeder FD06 rute Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) – Karang Pilang yang dinilai kerap penuh dan memiliki waktu tunggu yang lama, khususnya pada jam sibuk seperti keberangkatan dan kepulangan sekolah serta kerja.

Sejumlah pengguna menyampaikan kekecewaan mereka melalui berbagai platform, termasuk media sosial. Aziz, salah satu pengguna layanan, mengaku seringkali harus menunggu lama di halte kawasan Wiyung karena armada yang selalu penuh. “Sering banget tiap nunggu penuh terus, akhirnya pakai ojek online,” tuturnya pada Selasa, 24 Februari 2026.

Meskipun jumlah unit yang beroperasi terbilang cukup banyak dan jarak antar kendaraan relatif dekat, penumpang seringkali baru bisa terangkut setelah melewatkan tiga hingga empat kendaraan. Kondisi ini membuat warga berharap adanya solusi konkret agar tidak perlu berulang kali tertinggal akibat kapasitas kendaraan yang terbatas.

Dishub Surabaya Pastikan Evaluasi Lanjutan

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Tim Perencanaan dan Pengembangan Angkutan Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Sekar Satya Mayang Sary, menyatakan bahwa rute FD06 Joyoboyo–Lakarsantri (yang mencakup Karang Pilang) akan masuk dalam kajian evaluasi lanjutan tahun ini. Hal ini berkaitan dengan upaya pemerintah kota dalam meningkatkan pelayanan moda transportasi publik.

“Untuk FD06 Joyoboyo–Lakarsantri, tahun ini dalam tahap bakal kaji lebih lanjut,” ujar Sekar.

Sekar memastikan bahwa keluhan warga telah termonitor oleh dinasnya dan akan menjadi bahan evaluasi dalam kajian lanjutan. Evaluasi tersebut akan mencakup kebutuhan riil penumpang, beban okupansi, serta pola headway atau waktu tunggu antar kendaraan pada jam-jam padat. “Iya betul sudah termonitor perihal keluhan ini. Maka dari itu akan kami kaji,” tegasnya.

Peran Penting Feeder FD06 dan Harapan Warga

Feeder FD06 merupakan salah satu penghubung penting dari pusat kota menuju kawasan barat Surabaya, seperti Wiyung dan Karang Pilang. Tingginya mobilitas pelajar dan pekerja di jalur ini membuat kebutuhan akan layanan yang optimal meningkat, terutama pada pagi dan sore hari.

Warga berharap hasil kajian ini dapat segera menghasilkan solusi konkret. Opsi yang diharapkan antara lain penyesuaian jadwal, pengaturan ulang ritase, atau penambahan armada di masa mendatang. “Minimal jangan sampai penumpang harus nunggu berkali-kali karena kendaraan selalu penuh,” keluh salah satu pengguna lainnya.

Dishub Surabaya berkomitmen untuk terus memantau dinamika penumpang di lapangan guna memastikan layanan feeder tetap menjadi solusi mobilitas yang efektif bagi warga kota.