Ratusan atlet woodball dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati Lapangan Gelora Pojok Raya, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, untuk mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) I Woodball Jawa Timur 2026. Ajang perdana ini sukses digelar dengan partisipasi 431 atlet dari 23 kabupaten/kota, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap olahraga ini.

Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah. Kepercayaan ini terasa istimewa mengingat cabang olahraga woodball di Tulungagung baru resmi terbentuk pada Maret 2026.

“Kami bangga dan berterima kasih kepada KONI serta Pemprov Jatim atas kepercayaan ini,” ujar Ahmad Baharudin pada Sabtu (4/4/2026).

Dalam penyelenggaraan Kejurprov ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil alih seluruh aspek teknis, termasuk penyediaan wasit dan perangkat pertandingan. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tulungagung bertanggung jawab penuh dalam menyediakan sarana dan prasarana pendukung.

“Dukungan kami berupa penyediaan sarana dan prasarana, salah satunya lapangan lomba,” jelas Ahmad Baharudin.

Meskipun tergolong baru, kontingen woodball Tulungagung berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Mereka sukses meraih medali perunggu pada kategori double man, menunjukkan potensi atlet-atlet lokal.

“Alhamdulillah, meskipun masih baru, atlet kami mampu meraih juara tiga,” tambah Ahmad Baharudin.

Ketua KONI Tulungagung, Agus Santosa, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mengembangkan potensi atlet, termasuk di cabang woodball. Pihaknya akan fokus pada pembinaan berkelanjutan bagi atlet-atlet yang dinilai memiliki prospek cerah.

“Melihat prestasi yang ada, kami berkomitmen melakukan pembinaan secara berkelanjutan,” ungkap Agus Santosa.

Agus Santosa juga menjelaskan bahwa saat ini anggaran khusus untuk cabang olahraga woodball di Tulungagung belum tersedia. Hal ini disebabkan olahraga tersebut baru resmi terdaftar di KONI pada Maret 2026.

“Pengalokasian anggaran baru bisa dilakukan pada tahun depan,” paparnya.

Meski demikian, KONI Tulungagung telah bergerak cepat dengan mendata atlet-atlet potensial. Mereka dipersiapkan secara serius untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, termasuk proyeksi keikutsertaan atlet woodball.

“Kami sudah melakukan seleksi atlet berprestasi untuk persiapan Porprov Jatim 2027, termasuk rencana mengirim atlet woodball,” pungkas Agus Santosa.