Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan segera menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria. Keputusan ini diambil menyusul lonjakan kasus yang menyerang puluhan warga di Dusun Bubus, Kelurahan Bukit Ketok, Kecamatan Belinyu, pada Minggu, 10 Mei 2026.
Bupati Bangka, Feri Insani, menyatakan penetapan KLB ini merupakan respons cepat pemerintah setelah meninjau langsung proses pemeriksaan kesehatan atau screening massal di lokasi kejadian pada Sabtu (9/5/2026). Data terkini menunjukkan 19 warga telah terkonfirmasi positif malaria, sementara 15 orang lainnya menunjukkan hasil reaktif pada tes cepat dan masih menunggu verifikasi laboratorium.
Bupati Feri Insani: “Secepatnya Saya Akan Tetapkan KLB”
Feri Insani menegaskan keseriusan pemerintah dalam menangani wabah ini. “Saya sudah ke lokasi untuk melihat langsung warga menjalani screening. Berdasarkan laporan, ada 19 orang sudah positif, dan hasil tes cepat bertambah 15 orang lagi. Untuk yang 15 orang ini akan dites lanjut di laboratorium. Secepatnya saya akan tetapkan kasus malaria ini sebagai KLB,” ujar Feri Insani di Dusun Bubus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, menjelaskan bahwa temuan awal 19 kasus positif memicu tim medis untuk melakukan pelacakan (tracing) terhadap 295 warga di lingkungan sekitar.
Berikut data sebaran kasus di Dusun Bubus:
- Warga menjalani screening: 295 orang
- Positif terkonfirmasi: 19 orang
- Reaktif tes cepat (menunggu lab): 15 orang
- Total potensi kasus: 34 orang
Nora memastikan seluruh warga yang terjangkit telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Selain pengobatan, Dinas Kesehatan juga telah melakukan pengasapan (fogging) di area pemukiman untuk memutus mata rantai penularan nyamuk Anopheles.
Imbauan Waspada dan Jaga Kebersihan Lingkungan
Meskipun langkah teknis seperti fogging telah dilakukan, Bupati Feri Insani mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat. Ia mengimbau warga Bangka untuk mengintensifkan budaya hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang nyamuk.
“Kami meminta masyarakat lebih waspada dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Penetapan KLB ini adalah bentuk keseriusan pemerintah agar penanganan bisa dilakukan secara total dan cepat,” pungkasnya.
Saat ini, pihak Dinas Kesehatan masih menunggu hasil final laboratorium terhadap 15 sampel warga lainnya untuk memastikan total akumulasi kasus di Kelurahan Bukit Ketok.
