Dinas Perikanan Kabupaten Kediri kembali sukses menggelar Kediri Aquatik 2026, sebuah ajang tahunan yang memadukan edukasi, promosi perikanan, hingga penguatan ekonomi pembudidaya ikan hias. Berlangsung selama dua hari, Sabtu (25/4) hingga Minggu (26/4/2026), acara ini dipusatkan di Sentra Pasar Ikan Simpang Lima Gumul (SLG).

Berbeda dari tahun sebelumnya, gelaran kali ini menyajikan beragam kegiatan menarik. Mulai dari lomba mewarnai untuk tingkat TK, lomba menggambar bagi siswa SD dan SMP, hingga lomba fotografi yang terbuka untuk umum.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia perikanan kepada anak-anak sejak dini melalui pendekatan kreatif. “Tujuan utamanya memberikan edukasi kepada anak-anak tentang perikanan. Karena ikan tidak hanya penting untuk pemenuhan gizi, tetapi juga berperan dalam peningkatan ekonomi dan menjadi hobi yang menyenangkan,” jelas Nur Hafid.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi di Sentra Pasar Ikan SLG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memfasilitasi para pembudidaya ikan sekaligus mengenalkan potensi sektor perikanan kepada masyarakat luas. “Kami ingin menunjukkan bahwa di sini ada sentra ikan hias. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi para pembudidaya agar terus berkembang,” imbuhnya.

Antusiasme peserta Kediri Aquatik 2026 tercatat cukup tinggi. Kepala Bidang Usaha Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Enisa Novia Amalia, menyebut peserta tidak hanya berasal dari Kediri, tetapi juga dari luar daerah seperti Nganjuk, Surabaya, dan Kota Kediri. Untuk lomba mewarnai tingkat TK, tercatat 100 peserta mendaftar dengan 85 peserta hadir. Sementara itu, lomba menggambar tingkat SD diikuti 97 peserta dan tingkat SMP sebanyak 98 peserta.

Mendorong Potensi Ikan Hias dan Konservasi

Menariknya, selain kontes ikan cupang, Kediri Aquatik 2026 untuk pertama kalinya juga menggelar kontes ikan molly, yang kini tengah menjadi tren di kalangan pecinta ikan hias. “Saat ini kami sedang mendorong potensi ikan molly. Apalagi sudah terbentuk komunitasnya, sehingga kami memfasilitasi melalui kontes agar para pembudidaya semakin kreatif dan berkembang,” terang Enisa.

Dalam rangka pelestarian ikan lokal, panitia juga menebar 30 ribu benih ikan tawes di sungai kawasan SLG. Koordinator World Wild Indonesia, Bima Nuryawan, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini, khususnya dalam upaya edukasi konservasi ikan lokal. “Kita perlu menjaga dan melestarikan ikan lokal, apalagi saat ini mulai terancam oleh masuknya spesies asing. Selain itu, kualitas lingkungan perairan juga sangat menentukan keberlangsungan hidup ikan,” ujarnya.

Dampak Positif bagi Pelaku Usaha

Gelaran Kediri Aquatik 2026 juga disambut positif oleh pelaku usaha, khususnya pembudidaya ikan molly. Salah satunya M. Azam Bakhor Zaidi, pemilik kios Molly Jaya. “Event ini sangat bagus untuk menyemangati pembudidaya. Biasanya harus ikut kontes ke luar daerah, sekarang bisa diadakan di Kediri sendiri,” ungkap Azam.

Menurut Azam, potensi budidaya ikan molly di Kabupaten Kediri sangat besar. Hampir setiap kecamatan memiliki pembudidaya aktif, bahkan hasilnya telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Melalui Kediri Aquatik 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri berharap masyarakat semakin mengenal potensi sektor perikanan, khususnya ikan hias, sekaligus memperkuat perannya sebagai penopang ekonomi daerah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, dengan harapan mampu memperkuat identitas Kediri sebagai salah satu sentra ikan hias unggulan di Indonesia.