Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tak dapat menahan emosinya saat bertemu Suderajat, penjual es kue jadul asal Depok yang sempat viral, pada Jumat (30/1/2026). Amarah KDM memuncak setelah menemukan bahwa keterangan Suderajat mengenai status tempat tinggalnya dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Insiden yang terekam dalam kanal YouTube pribadi KDM itu menunjukkan momen dramatis ketika sang gubernur menggebrak meja. Kekecewaan KDM bermula dari pengakuan Suderajat yang sebelumnya mengaku mengontrak, padahal faktanya ia memiliki rumah pribadi.
Kronologi Kebohongan Terungkap
Dengan suara meninggi dan ekspresi kecewa, KDM menggebrak meja saat mendengar konfirmasi dari Ketua RW setempat. Ketua RW menjelaskan bahwa rumah yang ditempati Suderajat ternyata bukan kontrakan, melainkan rumah milik sendiri yang dibeli orang tuanya.
“Babeh bilangnya ngontrak. Bohong sih! Kenapa bohong terus?” hardik KDM, mempertanyakan alasan Suderajat memberikan keterangan yang berbeda. KDM awalnya datang dengan niat bersimpati, mengira pedagang es gabus asal Bojong Gede, Kabupaten Bogor itu hidup dalam kekurangan setelah kasusnya viral.
Namun, kunjungan verifikasi lapangan justru membuka fakta lain. Terungkap bahwa Suderajat memiliki rumah pribadi yang dibeli orang tuanya sekitar tahun 2007 dan bahkan pernah menerima bantuan perbaikan rumah (Rutilahu) dari pemerintah.
“Rumah sendiri, Pak. Tanahnya juga tanah sendiri,” tegas Ketua RW di hadapan KDM, seperti terlihat dalam rekaman video. Penjelasan ini menjadi pemicu utama ledakan emosi KDM.
Kekecewaan KDM atas Integritas dan Kejujuran
Bagi KDM, masalah utama yang ia soroti bukan lagi kondisi ekonomi Suderajat, melainkan integritas dan kejujuran. Kekecewaannya kian memuncak saat mengingat pengakuan Suderajat sebelumnya yang menyebut hanya menerima warisan uang Rp 200 ribu dari orang tuanya.
Padahal, berdasarkan fakta yang terungkap, orang tua Suderajat telah mewariskan sebuah rumah. “Orang tua sudah ngasih rumah, tapi Babeh bilangnya enggak dikasih, cuma Rp 200 ribu. Habis itu orang tuanya beli rumah di Bogor, dijual sama saudaranya,” sindir KDM dengan nada kesal.
Di tengah tensi yang tinggi, Suderajat berulang kali memohon maaf dan berdalih bahwa rumahnya sempat rusak parah hingga mendapat bantuan. Namun, alasan tersebut tidak cukup untuk meredakan amarah gubernur.
Sorotan Publik dan Pentingnya Kejujuran
Insiden ini menyisakan pertanyaan publik tentang motif sebenarnya di balik pengakuan Suderajat yang viral sebelumnya. Sementara itu, KDM menegaskan bahwa prinsip kejujuran adalah hal fundamental yang tidak bisa dikompromikan, terlepas dari status sosial ekonomi seseorang.
Netizen pun banyak menuliskan komentar memberikan pendapatnya atas insiden ini:
- “Pak Pak….. Sesusah-susahnya hidup,kita harus jujur pak! karena kejujuran itu penting, bukan malah sebaliknya memanfaatkan keadaan dengan cara berbohong,” tulis seorang netizen.
- “Nah gini ni mental miskin..sekalinya dikasihani malah memanfaatkan momen..makanya miskin terus,” ujar yang lain.
- “Padahal jawab sejujurnya juga orang pada kasihan banyak yang akan kasih bantuan,” sahut lainnya.
- “Bnyk yang kasian tapi tolong kudu banget jujur. apa karena banyak yang bantu jadi aji mumpung gitu?” kata yang lain.
