Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan misi perdamaian di Lebanon, menyusul insiden serangan artileri yang menewaskan satu prajurit dan melukai tiga lainnya pada Minggu (29/3).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah memastikan hal tersebut saat dikonfirmasi di Jakarta pada Senin (30/3). Ia menekankan bahwa tugas ini merupakan bagian dari amanat negara.

“TNI menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit,” kata Aulia.

Ia menjelaskan bahwa penugasan misi perdamaian merupakan bagian dari tugas TNI dalam menjalankan amanat negara menciptakan perdamaian dunia, sesuai dengan pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Kendati demikian, Aulia memastikan TNI tidak akan lepas tangan terhadap keselamatan prajuritnya di Lebanon. Prajurit diminta untuk meningkatkan kewaspadaan operasi dalam bertugas, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan PBB.

“TNI juga terus memonitor perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah kontingensi sesuai dinamika di daerah penugasan Lebanon,” ucapnya.

Serangan artileri yang menimpa prajurit TNI bermula dari meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon, terutama Lebanon Selatan. Peningkatan eskalasi tersebut memicu beberapa serangan, salah satunya mengarah ke wilayah tempat kontingen prajurit Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3).

Dalam insiden tersebut, satu prajurit TNI bernama Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur. Sementara itu, tiga prajurit lain, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, mengalami luka-luka.

“Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut,” jelas Aulia. Ia menambahkan, “Praka Rico Pramudia mengalami luka berat serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis.”

Mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, Aulia belum dapat memberikan kepastian. “Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” terangnya.

Sebagai informasi, pada Sabtu (7/2/2026), 120 personel TNI Angkatan Laut dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL telah kembali ke Surabaya setelah melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon dengan KRI Sultan Iskandar Muda-367. Ini menunjukkan keberlanjutan dan rotasi misi perdamaian TNI di wilayah tersebut.