Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan sebanyak 1.751 calon haji asal daerah tersebut siap diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci pada Mei 2026 mendatang.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulteng, Muchlis Aseng, menyatakan bahwa seluruh persiapan keberangkatan jamaah calon haji telah mencapai 100 persen menjelang musim haji 2026. “Kami memastikan persiapan keberangkatan jamaah calon haji asal Sulteng telah mencapai 100 persen menjelang musim haji 2026,” kata Muchlis di Palu, Senin (6/4/2026).

Muchlis menjelaskan, seluruh dokumen perjalanan jamaah, termasuk visa, telah rampung diproses oleh pihaknya. “Secara keseluruhan visa jamaah calon haji sudah terbit, dicetak, dan diselipkan di paspor,” ujarnya. Dokumen-dokumen tersebut selanjutnya akan dibawa ke embarkasi dan diserahkan langsung kepada jamaah saat keberangkatan.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi geopolitik di Timur Tengah saat ini tidak akan memengaruhi rencana keberangkatan jamaah. “Selama eskalasi tidak berdampak, maka keamanan dan kenyamanan jamaah tetap terjamin,” ucap Muchlis.

Jadwal dan Kuota Keberangkatan

Pada musim haji 2026 ini, Sulawesi Tengah akan memberangkatkan 1.751 calon haji yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 9-BPN hingga Kloter 13-BPN. Kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 7 Mei dan akan diberangkatkan menuju Embarkasi Balikpapan pada 8 Mei.

Muchlis menambahkan, jumlah jamaah pada musim haji tahun ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari kuota awal 1.753 orang, terdapat mutasi keluar sebanyak 19 orang dan mutasi masuk 17 orang, sehingga total menjadi 1.751 orang. “Kloter 13 nantinya juga akan bergabung dengan sebagian jamaah dari Kalimantan Timur,” tuturnya.

Asrama Haji Sulteng memiliki kapasitas sekitar 400 orang, yang dinilai cukup untuk menampung satu kloter berjumlah sekitar 360 orang.

Perhatian Khusus untuk Jamaah Lansia

Dari total jamaah yang akan berangkat, sekitar 351 calon haji atau sekitar 20 persen merupakan lanjut usia (lansia). Calon haji tertua tercatat berusia 93 tahun yang berasal dari Kota Palu.

Muchlis mengimbau seluruh jamaah calon haji untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri secara fisik maupun mental menjelang keberangkatan. “Kesehatan sangat penting saat menjalankan ibadah haji. Jamaah tidak perlu khawatir terhadap isu yang berkembang,” katanya.