PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat perannya dalam ekosistem logistik nasional dengan mengoptimalkan layanan angkutan kereta api (KA) kontainer. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing moda transportasi KA sekaligus mendorong efisiensi biaya logistik bagi pelaku industri di Indonesia.
Seiring meningkatnya kebutuhan distribusi barang yang efisien dan berkelanjutan, KAI Logistik menghadirkan berbagai skema layanan yang lebih fleksibel bagi pelanggan. Salah satu inovasi utama adalah skema blocking space pada layanan angkutan kontainer.
Skema Blocking Space untuk Kepastian Kapasitas dan Efisiensi
Skema blocking space memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan kapasitas ruang angkut dengan volume dan periode tertentu, disertai tarif yang lebih kompetitif. Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar, menjelaskan bahwa skema ini memberikan kepastian kapasitas dan membantu pelanggan merencanakan distribusi barang secara optimal.
“Melalui skema blocking space ini, pelanggan dapat memperoleh kepastian kapasitas, efisiensi operasional, stabilitas biaya logistik, serta keandalan rantai pasok sekaligus tarif yang lebih kompetitif. Hal ini menjadi solusi bagi pelaku industri dalam merencanakan distribusi barang secara lebih efisien dan terukur,” papar Fahdel Akbar.
Saat ini, KAI Logistik mengelola 11 rangkaian KA Kontainer dengan berbagai perjalanan pulang pergi (PP), meliputi rute Jakarta – Surabaya, JICT – Cikarang Dry Port, Jakarta – Karawang, Karawang – Surabaya, Jakarta – Semarang, dan Semarang – Surabaya. Kapasitas harian per KA mencapai 3.600 TEUs PP atau setara 64.800 ton.
Selain melayani general cargo, layanan KA Kontainer juga mengakomodasi komoditas khusus seperti 12 jenis dangerous goods dan perishable commodity melalui reefer container (kontainer berpendingin). Perusahaan juga terus meningkatkan daya saing dari sisi layanan, termasuk implementasi RFID pada kontainer serta sertifikasi halal di empat titik terminal, yaitu Sungai Lagoa, Klari, Kalimas, dan Ronggowarsito.
Tren Pertumbuhan Positif dan Logistik Berkelanjutan
Inisiatif-inisiatif tersebut turut mendorong kinerja angkutan kontainer KAI Logistik yang menunjukkan tren pertumbuhan positif. Sepanjang tahun 2025, volume angkutan kontainer tercatat mencapai 2,5 juta ton, meningkat 8% secara year on year dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2,3 juta ton.
Memasuki awal tahun 2026, kinerja ini terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. KAI Logistik membukukan volume angkutan kontainer sebesar 222.000 ton, meningkat 44% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 154.000 ton.
Fahdel menjelaskan, “Peningkatan ini turut didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi menjelang sejumlah momen keagamaan strategis yang mendorong mobilitas barang di berbagai sektor industri. Selain memberikan kepastian kapasitas dan efisiensi biaya, pemanfaatan moda KA juga dinilai mampu membantu menekan biaya logistik nasional melalui distribusi barang yang lebih efisien, tepat waktu, serta memiliki kapasitas angkut yang besar.”
Di sisi lain, tren industri saat ini juga menunjukkan adanya pergeseran perhatian pelaku usaha terhadap praktik logistik yang lebih ramah lingkungan atau green logistics. Moda transportasi berbasis KA memiliki keunggulan dari sisi efisiensi energi serta emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan moda transportasi berbasis jalan.
KAI Logistik melihat peluang ini sebagai momentum untuk mendorong lebih banyak pelaku industri beralih menggunakan moda KA sebagai bagian dari strategi distribusi yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan. “Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran pelaku industri terhadap pentingnya green logistics dan sangat relevan dengan layanan kami yang telah dilengkapi dengan informasi emisi karbon pada invoice pelanggan,” tambah Fahdel.
Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat layanan angkutan kontainer melalui peningkatan kapasitas, pengembangan layanan berbasis kebutuhan pelanggan, serta optimalisasi jaringan logistik berbasis KA. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran moda kereta api sebagai solusi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan di Indonesia.
