Perjalanan lima kereta api (KA) jarak jauh dari Jakarta menuju wilayah Jawa Timur mengalami keterlambatan signifikan hingga 150 menit atau 2,5 jam pada Selasa (07/04/2026). Gangguan jadwal ini dipicu oleh anjloknya KA Bangunkarta relasi Jombang-Pasar Senen di area emplasemen Stasiun Bumiayu.

Menyikapi insiden tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada ribuan penumpang yang terdampak. Keterlambatan ini merupakan efek domino dari insiden anjloknya kereta.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan komitmen perusahaan untuk mengatasi dampak kejadian ini. “Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dan memastikan seluruh perjalanan kereta api dapat kembali berjalan aman dan lancar secepatnya,” ujar Mahendro.

Mahendro menjelaskan, keterlambatan waktu kedatangan tersebut tidak lepas dari langkah mitigasi yang diambil oleh pihak KAI. Untuk menghindari jalur yang terganggu di Bumiayu, KAI menerapkan rekayasa penyesuaian rute dengan pola operasi memutar (detour).

Akibat pengalihan arus ini, kereta api tujuan Jawa Timur terpaksa melintasi jalur alternatif yang jaraknya jauh lebih panjang dibandingkan rute normal. Hal ini secara otomatis berdampak pada pembengkakan waktu tempuh perjalanan di kisaran 120 hingga 150 menit.

Daftar Kereta Api Terdampak Keterlambatan

Berdasarkan data KAI Daop 8 Surabaya, berikut adalah daftar lima kereta api jarak jauh yang mengalami keterlambatan tiba di stasiun tujuan:

  • KA Gaya Baru Malam Selatan (relasi Pasar Senen – Surabaya Gubeng)
  • KA Tambahan (relasi Gambir – Surabaya Gubeng)
  • KA Bima (relasi Gambir – Surabaya Gubeng)
  • KA Jayakarta (relasi Pasar Senen – Surabaya Gubeng)
  • KA Gajayana (relasi Gambir – Malang)