PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya meningkatkan pengawasan infrastruktur secara masif untuk menjamin keamanan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Sebanyak 578 kilometer jalur rel kereta api dan 1.118 jembatan kini berada dalam pemantauan ketat guna mengantisipasi potensi gangguan saat puncak arus mudik.

Peningkatan pengawasan ini dilakukan lebih awal mengingat lonjakan jumlah penumpang yang signifikan di wilayah Jawa Timur. Unit Jalan Rel dan Jembatan KAI Daop 8 Surabaya melakukan inspeksi menyeluruh, mencakup pemeriksaan baut sambungan rel, bantalan, wesel, hingga sistem drainase. Langkah ini bertujuan mencegah genangan air yang berpotensi menggerus badan jalan rel.

Pemeriksaan Menyeluruh dan Titik Rawan

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, memastikan bahwa pemeriksaan menyasar seluruh aset fisik. Timnya menerapkan perawatan rutin dan preventif untuk mendeteksi potensi kerusakan sedini mungkin.

“Kami menyisir setiap komponen, dari struktur utama jembatan sampai bagian terkecil di jalur rel. Semua harus aman saat beban perjalanan meningkat,” ujar Mahendro di Surabaya, Rabu (4/3/2026).

Selain itu, Daop 8 juga memetakan enam Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS) yang rawan terdampak cuaca ekstrem. Dua titik DAPSUS berada di lintas utara dan empat di lintas selatan. Petugas berjaga 24 jam di lokasi-lokasi tersebut, didukung Alat Material Untuk Siaga (AMUS) seperti batu balas, bantalan rel, serta alat berat yang ditempatkan di titik strategis agar cepat dimobilisasi jika terjadi gangguan.

Pengerahan Ribuan Personel dan Penjualan Tiket

Penguatan tidak hanya pada peralatan, tetapi juga sumber daya manusia. Sebanyak 1.013 personel dikerahkan, terdiri dari 856 petugas reguler dan 157 tenaga tambahan. Mereka disebar untuk menjaga perlintasan sebidang yang padat kendaraan namun belum terjaga, sekaligus meningkatkan patroli jalan kaki di sepanjang jalur rel.

“Seluruh tim, peralatan, dan material dalam kondisi siaga penuh. Kami ingin masyarakat pulang kampung dengan rasa aman dan tiba tepat waktu,” kata Mahendro menegaskan komitmen KAI Daop 8.

Minat masyarakat untuk mudik Lebaran 2026 mulai terlihat dari angka penjualan tiket kereta api. Hingga 4 Maret 2026, sebanyak 261.728 tiket atau 47 persen dari total 561.528 kursi untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 telah terjual. Puncak penjualan sementara tercatat pada 18 Maret 2026 dengan 22.798 tiket terjual dalam satu hari.

Untuk mengakomodasi permintaan, KAI Daop 8 mengoperasikan 59 perjalanan kereta api jarak jauh setiap hari, termasuk 10 perjalanan tambahan dari Surabaya dan Malang. Bagi calon penumpang yang mencari tarif hemat, tersedia sekitar 101.372 tiket kelas ekonomi komersial dengan potongan harga 30 persen untuk keberangkatan 14–29 Maret 2026. Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi resmi KAI sebelum kuota habis.

sumber gambar: jatimnow.com