PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatatkan lonjakan signifikan pada jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan layanan kereta api selama periode Angkutan Lebaran 2026. Sebanyak 3.508 turis asing memilih moda transportasi ini untuk menjelajahi berbagai daerah di Jawa Timur, menunjukkan kepercayaan terhadap konektivitas dan kenyamanan KAI.

Data KAI Daop 8 Surabaya menunjukkan, pergerakan wisman ini terjadi sepanjang 11 hingga 30 Maret 2026. Tiga stasiun utama menjadi titik sentral kedatangan dan keberangkatan mereka. Stasiun Surabaya Gubeng memimpin dengan 1.539 wisman, diikuti Stasiun Malang dengan 767 orang, dan Stasiun Surabaya Pasarturi yang melayani 668 turis asing.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyoroti tingginya minat turis asing ini sebagai indikator positif. “Tingginya jumlah wisatawan mancanegara pada masa Angkutan Lebaran ini menunjukkan bahwa layanan KAI semakin dipercaya sebagai pilihan transportasi lintas daerah. Konektivitas jaringan kereta yang terhubung langsung dengan pusat kota dan integrasi antarmoda menjadi nilai tambah yang mempermudah mobilitas mereka,” jelas Mahendro.

Pergerakan Penumpang Keseluruhan Capai Hampir Satu Juta

Secara keseluruhan, arus pergerakan penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya selama masa Angkutan Lebaran, terhitung dari 11 hingga 31 Maret 2026, mencapai total 993.606 penumpang. Angka ini terbagi menjadi 498.466 penumpang yang berangkat dari Daop 8 dan 495.140 penumpang yang tiba di wilayah tersebut.

Tingginya minat masyarakat juga terlihat dari penjualan tiket kereta api jarak jauh. Untuk keberangkatan periode 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah menjual 510.836 tiket. Jumlah ini merepresentasikan penyerapan sekitar 91 persen dari total kapasitas 561.528 tempat duduk yang disediakan.

Mahendro menambahkan, puncak arus mudik pada periode tersebut tercatat pada 18 Maret 2026, dengan jumlah 30.293 penumpang. Sementara itu, puncak arus balik telah terjadi lebih awal, yakni pada 24 Maret lalu, melayani total 57.210 penumpang.

“Puncak arus mudik tercatat pada 18 Maret 2026 dengan 30.293 penumpang. Sedangkan puncak arus balik sudah terjadi pada 24 Maret lalu dengan total layanan mencapai 57.210 penumpang,” papar Mahendro, menegaskan efisiensi operasional selama masa padat tersebut.