Sebuah minibus pengantar jemaah haji ringsek setelah ditabrak Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di perlintasan sebidang Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat (1/5/2026) dini hari. Insiden tragis ini mengakibatkan empat orang tewas di lokasi kejadian dan lima penumpang lainnya menderita luka-luka.

Kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Warga setempat di Dusun Sugihan dikejutkan oleh suara benturan keras dari arah perlintasan sebidang. Tak lama kemudian, mereka mendapati sebuah minibus berwarna putih dengan nomor polisi K 1060 ZP sudah terlempar di pinggir rel dekat sawah dalam kondisi ringsek parah.

“Saya kaget, tiba-tiba terdengar suara benturan keras dan ketika melihat di lokasi kejadian minibus itu sudah terlempar di pinggiran rel dekat sawah dalam kondisi ringsek,” ujar Trimakno, salah seorang warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.

Minibus yang membawa sembilan penumpang itu diketahui sedang dalam perjalanan mengantar jemaah haji. KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasarturi, Surabaya, sempat berhenti sejenak setelah insiden, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke arah timur.

Asih, warga lainnya, menambahkan informasi mengenai para korban. “Ada 9 penumpang di dalam, informasinya adalah mengantar ibadah haji, 4 orang meninggal dunia,” ungkapnya.

Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Grobogan, Iptu Eko Arie, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa minibus bernomor polisi K 1060 ZP tertemper KA Argo Bromo Anggrek di lintasan palang swadaya jalur hulu antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan.

“Ada 4 orang penumpang kendaraan tewas di lokasi kejadian dan 5 orang lainnya menderita luka-luka,” tegas Iptu Eko Arie. Petugas Satlantas Polres Grobogan segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Bersama warga dan relawan, mereka melakukan evakuasi terhadap para korban yang kemudian dilarikan ke RSUD R Sudjati dan Puskesmas Pulokulon 1 Grobogan untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah proses evakuasi korban, petugas melanjutkan dengan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi bangkai minibus yang ringsek menggunakan alat berat. Hingga kini, pendataan korban tewas dan terluka masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.