Sejumlah jemaah haji asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, dilaporkan mengalami batuk dan pilek setibanya di Tanah Suci. Kondisi ini disebut sebagai dampak adaptasi terhadap perbedaan cuaca ekstrem di Arab Saudi. Di tengah kondisi tersebut, satu jemaah haji asal PPU juga dikabarkan meninggal dunia di Mekah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten PPU, Budi Atmaja, menjelaskan bahwa hampir seluruh jemaah haji PPU kini mulai merasakan gejala batuk dan pilek. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini merupakan hal yang wajar.

“Penyakit batuk dan flu itu wajar terjadi akibat iklim yang beda dengan di PPU atau Indonesia pada umumnya, namun penyakit ini tidak sampai menyebabkan jemaah harus mendapatkan penanganan medis serius,” jelas Budi Atmaja pada Senin (18/5/2026).

Budi menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai jemaah haji PPU yang mengalami sakit berat dan harus dirawat di rumah sakit di Tanah Suci. Secara umum, kondisi kesehatan jemaah dinyatakan baik dan siap untuk menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji.

“Sampai saat ini kami belum menerima informasi terkait jemaah PPU yang alami sakit berat dan alhamdulillah semua sehat. Hal ini sesuai dengan pernyataan dokter PHD PPU,” ungkapnya.

Berdasarkan data terbaru, jumlah jemaah haji asal PPU mengalami penambahan. Awalnya, total jemaah berjumlah 153 orang yang terbagi dalam Kloter 4 (satu jemaah), Kloter 8 (148 orang), Kloter 14 (satu jemaah), dan Kloter 15 (tiga jemaah). Hari ini, jemaah haji Embarkasi Balikpapan direncanakan tiba.

Budi membeberkan, jumlah jemaah kini berubah menjadi 157 orang setelah adanya penambahan empat jemaah cadangan yang statusnya naik menjadi jemaah berangkat dan masuk dalam Kloter 17.

Namun, kabar duka menyelimuti rombongan haji PPU. Satu jemaah haji, Haru Rusdi Noto Siswoyo (71 tahun), yang tergabung dalam Kloter 8 asal Kecamatan Sepaku, meninggal dunia di Mekah. “Sehingga total haji, jika semua berangkat berjumlah 157 orang, namun saat pulang jumlah menjadi 156, atau berkurang satu jemaah karena wafat saat berada di Mekah atas nama Haru Rusdi Noto Siswoyo berusia 71 tahun, tergabung dalam kloter 8 asal Kecamatan Sepaku, meninggal dunia karena kelelahan saat melaksanakan ibadah haji umrah dan jasadnya telah dimakamkan di Mekah,” pungkas Budi Atmaja.