PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat lonjakan signifikan arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju timur Pulau Jawa, khususnya Malang, selama periode libur panjang Paskah 2-3 April 2026. Peningkatan mobilitas masyarakat ini mencapai lebih dari 30 persen dibandingkan hari normal.
Berdasarkan data JTT, sebanyak 79.477 kendaraan melintas keluar Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama pada periode tersebut. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 32,40 persen jika dibandingkan dengan volume lalu lintas pada hari normal yang hanya berkisar 60.026 kendaraan.
Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa arus sebaliknya juga mengalami kenaikan. “Untuk arus sebaliknya, yakni kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa yang menuju ke arah Jakarta melalui GT Cikampek Utama juga mengalami kenaikan sebesar 24,69 persen dibandingkan lalu lintas normal,” ujar Ria melalui siaran tertulisnya, Minggu (5/4/2026).
Lonjakan Arus di Gerbang Tol Jawa Timur
Peningkatan volume lalu lintas tidak hanya terpusat di pintu keluar Jakarta, tetapi juga merata di sejumlah ruas tol kelolaan JTT Group di Jawa Timur. Tingginya animo masyarakat untuk berlibur, terutama ke destinasi wisata seperti Malang, menjadi pemicu utama kepadatan.
GT Kejapanan Utama, yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata Malang, mencatat lonjakan tertinggi. Sebanyak 59.769 kendaraan tercatat mengarah ke Malang, naik 30,79 persen dari lalu lintas normal. Sementara itu, arah sebaliknya menuju Surabaya mencapai 56.146 kendaraan, naik 20,93 persen.
Di GT Singosari, yang berbatasan langsung dengan wilayah Malang Raya, tercatat 33.483 kendaraan masuk menuju Malang atau naik 27,38 persen. Adapun kendaraan yang keluar menuju arah Surabaya tercatat sebanyak 28.223 kendaraan, naik 21,03 persen.
Situasi serupa juga terjadi di GT Warugunung. Arus lalu lintas yang masuk menuju Kota Surabaya mencapai 44.223 kendaraan atau naik 10,76 persen. Di sisi lain, kendaraan yang keluar menuju arah Jakarta menembus 45.739 kendaraan atau naik 17,69 persen.
