Kabar menggembirakan datang dari Tanah Suci. Seluruh jamaah haji asal Kota Bima dilaporkan dalam kondisi sehat prima dan tetap penuh semangat menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Mina. Setelah sukses melaksanakan lempar jumrah, para jamaah kini dijadwalkan untuk beristirahat di tenda sebelum melanjutkan ibadah pada hari-hari tasyrik berikutnya.
Petugas dan pembimbing ibadah terus memberikan pendampingan intensif guna memastikan seluruh proses ibadah berjalan aman dan lancar. Kepala Kementerian Haji Kota Bima, H. Eka Iskandar, M.Si, menjelaskan bahwa jamaah yang telah menyelesaikan tahalul awal kini diperbolehkan melepas pakaian ihram mereka.
“Pakaian ihramnya sudah bisa dilepas. Jamaah haji boleh menggunakan pakaian bebas yang rapi dan sopan,” ujar H. Eka, pada Selasa pagi (26/5/2026).
Ia menambahkan, para jamaah akan melanjutkan prosesi lempar jumrah pada hari tasyrik pertama dan kedua. Setelah itu, mereka akan kembali ke Makkah untuk menuntaskan rangkaian ibadah haji yang tersisa.
“Setelah itu kembali ke Makkah untuk melaksanakan tawaf ifadah, sa’i dan tahalul. Selesai itu, selesai sudah puncak hajinya,” lanjut H. Eka.
Meskipun suhu di Tanah Suci dilaporkan cukup panas, kondisi kesehatan jamaah haji Kota Bima tetap terpantau baik. Petugas kesehatan secara rutin mengimbau jamaah untuk senantiasa menjaga stamina, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan agar tetap fit hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.
Dengan kondisi kesehatan yang terjaga dan semangat kebersamaan yang tinggi, jamaah haji Kota Bima diharapkan dapat menyelesaikan seluruh ibadah dengan lancar. Mereka diharapkan dapat kembali ke tanah air dalam keadaan selamat dan meraih predikat haji yang mabrur.
