InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi menunjuk I Made Pari Wijaya sebagai General Manager (GM) The Mandalika. Penunjukan ini menggantikan Agus Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM. Serah terima jabatan berlangsung di Pullman Lombok Mandalika Beach Resort pada Minggu, 3 Mei 2026.
Langkah strategis ini diambil ITDC untuk mempercepat pengembangan kawasan, memperkuat kinerja operasional, dan meningkatkan daya tarik investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. ITDC menargetkan The Mandalika terus tumbuh sebagai destinasi unggulan berbasis sport tourism dan hiburan (sportainment).
Selama masa transisi kepemimpinan, Agus Setiawan dinilai berperan penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan kawasan. Lulusan Teknik Sipil Universitas Mataram ini telah bergabung dengan ITDC sejak 1 Februari 2013 dan mengawali kariernya di The Mandalika. Sebelum dipercaya sebagai PGS GM, Agus menjabat sebagai Vice President Project Engineering & Construction, posisi yang membuatnya terlibat langsung dalam pembangunan infrastruktur dan kesiapan fasilitas strategis.
Agus menyampaikan apresiasi atas dukungan selama masa kepemimpinannya. “Menjadi bagian dari perjalanan pengembangan The Mandalika merupakan pengalaman yang amat berharga. Saya percaya, di bawah kepemimpinan baru, kawasan ini akan terus berkembang dan memberi kontribusi lebih besar bagi pariwisata nasional,” ujarnya.
I Made Pari Wijaya bukan nama baru di lingkungan ITDC. Ia bergabung sejak 1 Agustus 2006, mengawali karier di The Nusa Dua sebagai staf operasional. Pari kemudian menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari Kasi Perencanaan, Kepala Bagian Pengembangan, hingga Vice President Operation The Nusa Dua.
Sejak 2019, lulusan Teknik Arsitektur Universitas Udayana ini dipercaya sebagai Vice President Operation The Mandalika, dengan fokus pada tata kelola operasional dan kesiapan kawasan untuk mendukung event internasional. Ia juga terlibat dalam Design Committee The Mandalika sejak 2024, Tim Transisi BTDC menjadi ITDC pada 2008, serta memimpin tim penyelesaian lahan dan aktivasi kawasan.
Dengan pemahaman komprehensif dalam pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi, Pari Wijaya menegaskan komitmennya. Ia akan memperkuat tata kelola operasional, mendorong kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta menargetkan optimalisasi pemanfaatan lahan untuk meningkatkan pendapatan dan daya saing global kawasan. “Amanah ini merupakan tanggung jawab besar. Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan dan mengoptimalkan potensi kawasan agar The Mandalika tetap menjadi destinasi unggulan yang kompetitif di tingkat global,” kata Pari.
Melalui transisi kepemimpinan ini, ITDC menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Kawasan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan event internasional, tetapi juga memperkuat investasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat serta daerah.
