Institut Teknologi Bandung (ITB) secara agresif memperluas jaringan internasionalnya dengan menjajaki program double degree dan riset bersama dengan tiga universitas terkemuka di Belanda: Delft University of Technology (TU Delft), University of Twente, dan Leiden University. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ITB untuk meningkatkan reputasi global dan mencapai target masuk dalam peringkat 150 universitas terbaik dunia.

ITB Jajaki Double Degree dan Riset dengan TU Delft

Delegasi resmi ITB, yang dipimpin langsung oleh Rektor Tatacipta Dirgantara dan didampingi Direktur Kemitraan Endra Gunawan, telah melakukan kunjungan ke Delft University of Technology (TU Delft) pada Rabu (22/4) lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat kemitraan internasional dan membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas.

Delegasi ITB disambut oleh TU Delft Rector Magnificus Hester Bijl, Dean Faculty of Architecture and the Built Environment Machiel van Dorst, serta sejumlah pimpinan universitas lainnya. Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Belanda, melalui Atase Pendidikan Aulia Iskandarsyah, juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Rektor Tatacipta Dirgantara mengungkapkan fokus utama pembahasan. “Dalam pertemuan tersebut, kami membahas tentang potensi kerja sama strategis yang berfokus pada pengembangan program double degree (DD) serta joint research di berbagai bidang unggulan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat mobilitas mahasiswa dan dosen, meningkatkan publikasi ilmiah bersama, serta menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat global,” ucap Tata dalam keterangannya, Minggu (26/4).

TU Delft dikenal sebagai salah satu universitas teknologi terbaik di Eropa dengan budaya inovasi yang kuat. Salah satu keunggulannya adalah keberadaan TU Delft Dream Teams, tim mahasiswa multidisiplin yang mandiri dalam mengelola proyek inovasi teknologi dan berkompetisi di tingkat global. “Seluruh proses perancangan hingga produksi dilakukan di Dream Hall, pusat kreativitas mahasiswa yang menjadi simbol keberhasilan pembelajaran berbasis inovasi dan kolaborasi,” terang Tata.

Perluasan Kolaborasi dengan University of Twente dan Leiden University

Selain di TU Delft, delegasi ITB juga melanjutkan agenda penguatan jejaring akademik dengan melakukan pertemuan di University of Twente. Pertemuan ini membahas potensi kerja sama strategis serupa, meliputi pengembangan program double degree, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta peluang riset bersama pada bidang-bidang unggulan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Melengkapi rangkaian kunjungan tersebut, ITB juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Leiden University. Perjanjian ini secara spesifik berfokus pada pengembangan program Double Degree untuk jenjang Ph.D. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor ITB Tatacipta Dirgantara dan Rektor Leiden University Sarah de Rijcke.

Inisiatif dengan Leiden University ini diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi kedua belah pihak untuk menempuh studi doktoral bertaraf internasional, memperluas kolaborasi riset, serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah global.

Rektor Tata menegaskan optimisme ITB terhadap hasil kunjungan ini. “Melalui rangkaian kunjungan ke University of Twente, TU Delft, Leiden University, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Belanda, ITB berharap semakin terbuka peluang kolaborasi internasional yang strategis, baik di bidang pendidikan, riset, maupun inovasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, “diharapkan kunjungan ini sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja sama bagi para dosen ITB dalam pengembangan akademik, penelitian bersama, pertukaran keilmuan, dan jejaring global, serta memperkuat reputasi ITB sebagai perguruan tinggi unggul dan berdampak di tingkat dunia.”