Sejumlah perjalanan kereta api (KA) di Stasiun Brebes, Jawa Tengah, mengalami keterlambatan hingga lebih dari satu jam pada Rabu (21/1/2026) siang. Keterlambatan ini dipicu oleh dua insiden terpisah: banjir di Pekalongan dan kecelakaan KA Menoreh di Cirebon.
Dua Insiden Picu Keterlambatan
Pantauan hingga Rabu siang menunjukkan beberapa kereta terdampak, antara lain KA Kaligung, Tawangjaya Premium, Gunung Jati, Dharmawangsa, dan KA Menoreh. Rata-rata keterlambatan berkisar antara 40 menit hingga lebih dari satu jam.
Keterlambatan tersebut disebabkan oleh perbaikan rel pascabanjir yang melanda wilayah Pekalongan. Selain itu, proses evakuasi lokomotif dan penanganan jalur akibat kecelakaan KA Menoreh dengan truk tangki di dekat Stasiun Babakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu dini hari juga turut menghambat perjalanan kereta.
Keluhan Penumpang dan Harapan Normalisasi
Salah seorang calon penumpang KA Menoreh, Warniti, mengungkapkan kekecewaannya karena harus menunggu lebih lama dari jadwal semula. “Kereta Eksekutif Menoreh dari Semarang tujuan Jakarta yang saya tunggu terlambat sekitar 50 menit,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Brebes.
Warniti berharap agar perbaikan rel di Pekalongan dan penanganan kecelakaan di Cirebon dapat segera diselesaikan. “Mudah-mudahan cepat normal kembali supaya penumpang tidak terus mengalami keterlambatan sampai tujuan,” katanya.
Kronologi Kecelakaan KA Menoreh
Sebelumnya, KA Menoreh relasi Semarang Tawang-Pasar Senen menabrak sebuah truk di perlintasan sebidang tak terjaga. Insiden ini terjadi di petak jalan Stasiun Babakan-Waruduwur, Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, sekitar pukul 02.47 WIB. Kecelakaan tersebut sempat mengganggu perjalanan kereta api di jalur utara Jawa.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, memastikan bahwa kondisi penumpang dalam keadaan aman. “Tidak ada penumpang yang mengalami cedera. Satu orang asisten masinis terluka dan sudah mendapatkan perawatan di RSUD Waled, Kabupaten Cirebon,” jelasnya kepada wartawan.
