Hujan deras yang mengguyur wilayah Indramayu selama lebih dari lima jam pada Rabu, 18 Februari 2026, menyebabkan sejumlah ruas jalan protokol di pusat kota terendam banjir. Ketinggian air mencapai hingga 30 sentimeter, mengganggu arus lalu lintas dan memaksa pengendara mencari jalur alternatif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan lebat dimulai sekitar pukul 05.30 WIB dan baru mereda sekitar pukul 10.00 WIB. Jalan-jalan yang terdampak parah antara lain Jalan DI Panjaitan, Jalan Tridaya Barat, dan Jalan Kapten Arya. Kondisi ini membuat banyak pengendara motor dan mobil memilih untuk memutar balik kendaraannya.
Salah seorang pengendara motor, Supendi, mengungkapkan alasannya menghindari jalan yang terendam. “Cari aman saja, mending cari jalan lain,” ujarnya. Supendi menambahkan bahwa motornya baru saja diservis setelah sebelumnya mogok akibat banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu, Agus Yani, membenarkan kejadian banjir di jalan protokol tersebut. “Banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi dan kurun waktu yang cukup lama,” jelas Agus.
Agus Yani memastikan bahwa upaya pompanisasi atau penyedotan air sedang berlangsung untuk mengurangi genangan. “Yang di jalan protokol karena hujan deras, tapi kita ada pompa penyedot untuk mempercepat pembuangan air,” tambahnya. Meskipun demikian, air masih menggenang karena hujan masih terus turun.
Mengenai dampak terhadap pemukiman warga, Agus Yani menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan banjir yang merendam rumah penduduk. Namun, personel BPBD Indramayu tetap dalam posisi siaga penuh. “Untuk anggota standby, siap siaga, tapi untuk saat ini belum ada laporan banjir pemukiman yang masuk,” tegasnya.
BPBD Indramayu juga mengimbau warga untuk tetap waspada. Peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan melanda Indramayu pada 18-19 Februari 2026.
