Lamongan, Senin (18/5) – Hilal penanda awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah/2026 Masehi berhasil terlihat di Pantai Sunan Drajat/Tanjung Kodok Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Minggu (17/5). Penampakan hilal ini menjadi satu-satunya laporan positif dari 13 titik pemantauan rukyatul hilal yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur.
Proses pemantauan hilal yang krusial ini dilaksanakan serentak di berbagai lokasi di Jawa Timur dalam rangka penentuan awal bulan Dzulhijjah. Namun, kondisi cuaca mendung dilaporkan menghambat proses pengamatan di sebagian besar titik.
Satu Titik Berhasil, Lainnya Terkendala Cuaca
Dari total 13 titik rukyatul hilal yang dipantau, hanya Pantai Sunan Drajat/Tanjung Kodok Paciran, Lamongan, yang berhasil melaporkan penampakan hilal. Dua belas titik rukyat lainnya, termasuk di Madiun, Gresik, Mojokerto, Pamekasan, Bondowoso, Banyuwangi, Sampang, Blitar, Sumenep, Ponorogo, Tuban, dan Jombang, melaporkan hilal tidak terlihat karena kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim rukyat dan instansi terkait yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. “Terima kasih kepada seluruh tim rukyat dan pihak terkait yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab. Hasil pemantauan dari Jawa Timur ini menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung proses penetapan awal Dzulhijjah 1447 H oleh Kementerian Agama RI,” ujarnya.
Laporan hasil rukyatul hilal dari Jawa Timur ini selanjutnya akan disampaikan sebagai bahan pertimbangan utama dalam sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Sidang isbat akan memutuskan secara resmi kapan Idul Adha 1447 H akan jatuh, berdasarkan hasil rukyatul hilal dari seluruh Indonesia serta perhitungan hisab.
