Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Helmi Halimatul Udhma, menegaskan bahwa keberagamaan harus dijalani dengan penuh kegembiraan dan kasih sayang. Pendekatan ini, menurutnya, merupakan fondasi utama dalam membentuk santri yang tangguh dan memiliki karakter kuat.
“Beragama sejatinya dijalani dengan penuh kegembiraan dan kasih sayang. Agama tidak dimaknai sebagai beban, melainkan sebagai cahaya yang menuntun langkah kehidupan,” ujar Helmi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Helmi pada kegiatan “Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri” yang bertajuk “Beragama dengan Asyik”. Acara ini diselenggarakan pada Selasa (3/3/2026) di Pesantren Daarul Rahman, Jakarta Selatan.
Helmi melanjutkan, keberagamaan yang dihayati dengan hati lapang dan penuh cinta akan membentuk karakter yang kokoh sekaligus membumi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyoroti peran pesantren yang bukan hanya sebagai pusat pendidikan agama, melainkan juga sebagai ruang vital untuk pembentukan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.
Pesantren Cetak Pemimpin Bangsa
Istri Menteri Agama Nasaruddin Umar ini menambahkan, banyak alumni pesantren yang telah membuktikan diri mampu tampil sebagai pemimpin dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
“Pesantren selalu memiliki ruang untuk berkontribusi di berbagai bidang kehidupan. Hal ini membuktikan bahwa santri memiliki kapasitas intelektual, moral, dan sosial yang tidak kalah dalam menghadapi perkembangan zaman,” kata Helmi.
Ia menekankan bahwa kekuatan santri terletak pada perpaduan antara iman, ilmu, dan akhlak. Kedekatan kepada Allah SWT dan penghormatan kepada guru menjadi pilar penting dalam membangun masa depan yang cerah bagi para santri.
“Santri adalah penerus bangsa. Dengan iman, ilmu, dan akhlak, santri akan mampu melangkah maju dan memberi manfaat bagi umat dan bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Helmi mengingatkan akan pentingnya menjaga adab dan ketulusan dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi cermin keberhasilan pendidikan di pesantren.
“Ketulusan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu di pesantren akan membuahkan hasil yang baik di masa depan,” pungkas Helmi.
sumber gambar: gesit.id
