Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, masyarakat Kota Yogyakarta menunjukkan pergeseran signifikan dalam pemilihan hewan kurban. Kenaikan harga sapi yang cukup drastis serta melemahnya daya beli mendorong warga untuk beralih memilih kambing atau domba.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengonfirmasi tren ini saat memantau pasokan hewan ternak di Peternakan UD Segar Farm Pakuncen pada Jumat (8/5). “Memang ada penurunan dan pergeseran dari sapi ke kambing atau domba,” ujarnya. Wawan menjelaskan, harga sapi di pasaran saat ini berkisar antara Rp24 juta hingga Rp70 juta per ekor, dengan permintaan terbanyak pada kisaran harga Rp25 juta.
Kenaikan Harga Picu Pergeseran Minat
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, membenarkan fenomena tersebut. Ia mengungkapkan bahwa harga sapi tahun ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun lalu yang masih berada di kisaran Rp19 juta hingga Rp20 juta.
“Sekarang harga sapi sudah mencapai Rp24 juta. Sementara itu, harga kambing cenderung tetap bahkan ada yang turun. Masyarakat kini lebih memilih hewan kurban dengan harga yang lebih terjangkau karena daya beli yang sedang turun,” jelas Sukidi.
Meskipun terjadi pergeseran minat, Wawan Harmawan memastikan bahwa stok hewan kurban untuk kebutuhan masyarakat Kota Yogyakarta tetap aman dan terpenuhi. Pasokan didatangkan dari berbagai daerah, termasuk Madura, Bali, dan wilayah di luar Kota Yogyakarta lainnya.
Data dan Prediksi Hewan Kurban
Berdasarkan data statistik, pada Iduladha 2025 lalu, total hewan kurban yang dipotong di luar Rumah Potong Hewan (RPH) mencapai 8.253 ekor. Angka tersebut terdiri dari 2.477 sapi, 1.342 kambing, dan 4.434 domba. Untuk Iduladha 2026 ini, total hewan kurban diprediksi mencapai 7.952 ekor yang akan tersebar di 600 titik lokasi pemotongan.
Data ketersediaan sapi di Yogyakarta menunjukkan sekitar 200 ekor berasal dari lokal dalam kota. Sumber pasokan utama lainnya meliputi Wonosari, Bali, dan Madura. Jenis sapi populer yang diminati antara lain Limosin, Metal, PO, Madura, dan Ongole Pagon.
Jaminan Kesehatan dan Pengawasan Ketat
Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen menjamin kesehatan hewan kurban yang beredar di masyarakat. Balai Veteriner Wates telah disiagakan untuk melakukan uji laboratorium guna memastikan hewan layak konsumsi. Sebanyak 120 petugas juga diterjunkan untuk mengawasi kesehatan hewan hingga masa Hari Tasyrik.
“Setiap hewan yang masuk wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner. Petugas akan memantau setiap hari, termasuk di pasar-pasar tiban,” tegas Sukidi, menekankan pentingnya pengawasan ketat.
Pengelola UD Segar Farm, Suharsoyo, memprediksi penjualan sapi tahun ini akan menurun. Jika tahun lalu pihaknya mampu menjual 302 ekor, tahun ini targetnya hanya sekitar 250 ekor. “Banyak panitia kurban yang tadinya memesan 10 ekor, sekarang turun menjadi tujuh atau delapan ekor. Jenis yang paling diminati adalah sapi Limosin dengan harga Rp25 juta hingga Rp30 juta, meski ada kenaikan harga sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per ekor dibanding tahun lalu,” pungkas Suharsoyo.
