Harga komoditas cabai rawit di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melonjak drastis hingga mencapai Rp140.000 per kilogram pada Minggu (22/2/2026). Kenaikan signifikan ini terjadi setelah memasuki bulan Ramadan, memicu keluhan di kalangan masyarakat.

Di Pasar Muka Cianjur, sejumlah pedagang mengakui lonjakan harga cabai rawit mencapai 30-40% dalam beberapa waktu terakhir. Pedagang sembako Jenal menjelaskan, harga sudah mulai naik drastis sebelum Ramadan.

“Beberapa hari sebelum Puasa, harga cabai rawit itu sudah naik drastis. Harganya mencapai Rp80 ribu-Rp100 ribu per kg. Setelah Puasa harganya malahan terus naik. Sekarang di kisaran Rp130 ribu-Rp140 ribu per kg,” kata Jenal, Minggu (22/2/2026).

Faktor Cuaca dan Peningkatan Permintaan

Jenal menyebutkan, faktor utama penyebab kenaikan harga adalah kondisi cuaca buruk yang melanda beberapa bulan terakhir. Cuaca ekstrem ini sangat memengaruhi produksi cabai, sehingga pasokan di pasar berkurang drastis.

Di sisi lain, permintaan masyarakat justru cenderung meningkat, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan. “Paling utama sih karena faktor cuaca. Pasokan berkurang, stok juga jadi sedikit. Akibatnya harga jadi mahal,” ucapnya.

Meskipun harga melonjak, Jenal menyatakan bahwa penjualan tetap normal karena masyarakat tetap membutuhkan komoditas ini, terutama saat Ramadan. Namun, para pembeli tak urung mengeluhkan kenaikan harga yang “sangat luar biasa” tersebut.

Komoditas Lain Ikut Merangkak Naik

Selain cabai rawit, beberapa komoditas lain juga terpantau mengalami kenaikan harga. Bawang merah kini mencapai Rp70.000 per kilogram, naik sekitar 15% dari harga normalnya.

Sementara itu, cabai hijau dan cabai merah masing-masing dijual di kisaran Rp70.000 per kilogram. Berbeda dengan komoditas tersebut, harga kentang sejauh ini masih terpantau stabil.

Jenal berharap pasokan komoditas dapat segera kembali normal, sehingga harga di pasar juga bisa stabil kembali. “Mudah-mudahan pasokan bisa kembali normal, sehingga harga juga bisa normal,” pungkasnya.