Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menegaskan pentingnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang akomodatif dan mampu menyerap seluruh aspirasi masyarakat. Penegasan ini disampaikan dalam Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Palu yang berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026.
Hadianto menekankan bahwa rencana pembangunan daerah harus selaras dengan visi dan misi kepemimpinannya. “Rencana pembangunan daerah harus mengacu pada visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang telah tertuang dalam RPJMD, serta terhubung dengan RPJPD kita, yang mengantarkan Kota Palu menjadi kota global sesuai kesepakatan bersama,” kata Hadianto dalam keterangannya di Palu, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, Musrenbang RKPD merupakan tahapan krusial dan puncak dari seluruh proses perencanaan pembangunan yang dimulai dari tingkat paling bawah hingga tingkat kota. Oleh karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda), untuk memahami dan mengintegrasikan program prioritas.
Program prioritas yang dimaksud adalah program 53+35, yang harus diselaraskan dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Hadianto juga menegaskan bahwa program-program yang telah berjalan pada periode pertama kepemimpinannya akan terus dilanjutkan dan diperkuat pada periode kedua.
Mewujudkan Palu sebagai Kota Global
Untuk mewujudkan Kota Palu sebagai kota global, Hadianto menyebutkan terdapat berbagai indikator yang harus dipenuhi, baik indikator daerah maupun indikator nasional. Pencapaian indikator-indikator ini, menurutnya, harus tergambarkan secara jelas dalam dokumen perencanaan.
Dokumen perencanaan tersebut meliputi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pemerintah Daerah (LKPPD), dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). “Semua indikator harus tercapai dan tergambarkan dalam dokumen perencanaan seperti LPPD, LKPPD, maupun SAKIP kita,” tegas Hadianto.
Ia menyatakan optimistis bahwa apabila seluruh tahapan perencanaan dilaksanakan dengan baik, maka Musrenbang yang digelar akan berada pada jalur yang tepat untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota Palu berkomitmen untuk menjadikan Palu sebagai kota global yang tangguh, maju, dan berkelanjutan pada tahun 2045. Visi ini akan tercermin dalam pengembangan kota yang mencakup konsep smart city, livable city, resilient city, geopark city, hub city, dan green city.
Mengakhiri pernyataannya, Wali Kota Palu mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan tidak menjadikannya sekadar formalitas belaka.
