Ruang Praktik Siswa (RPS) Kuliner di SMK Negeri 1 Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), kini telah dimanfaatkan secara optimal. Fasilitas baru yang mengusung konsep dapur dan restoran terpadu ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi siswa jurusan tata boga, sekaligus mendorong pengelolaan sekolah yang lebih produktif dan profesional.

Kepala SMK Negeri 1 Tanjung, Muh. Syarifudin Ar Rahman, mengungkapkan bahwa RPS Kuliner tersebut telah digunakan sebagai lokasi praktik siswa. Bahkan, Uji Kompetensi Keahlian (UKK) baru-baru ini juga sukses dilaksanakan di gedung tersebut.

“Untuk pemanfaatannya sudah mulai kita gunakan sebagai tempat praktik siswa jurusan kuliner dan kemarin UKK kita gunakan di sana. Memang ada beberapa kekurangan yang perlu kita benahi,” ujar Syarifudin pada Rabu (25/02/2026).

Syarifudin menjelaskan, beberapa catatan teknis menjadi perhatian utama, termasuk arahan langsung dari Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) saat meninjau fasilitas. Salah satu poin penting adalah pengadaan blower untuk mengatasi asap dapur, serta pembenahan instalasi pembuangan air.

“Model instalasi pembuangan airnya itu ditanam lalu ditampung sebelum keluar. Acap kali menimbulkan bau. Tadi ada arahan bagaimana supaya bau dari air pembuangan itu tidak naik ke atas,” jelasnya.

Sebelum revitalisasi ini, SMK Negeri 1 Tanjung telah memiliki dapur praktik untuk roti dan masakan. Namun, gedung RPS yang baru ini mengintegrasikan dapur dan restoran praktik dalam satu kesatuan. Syarifudin menegaskan bahwa fasilitas ini bukan untuk tujuan komersial, melainkan untuk pembelajaran maksimal.

“Kita bukan untuk membuka restoran dalam arti komersial. Tapi kita dorong guru-guru boga memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal untuk pembelajaran. Tadi juga disarankan agar sekolah membentuk BLUD supaya lebih fleksibel dalam mengelola sumber daya. Nanti hasilnya bisa menjadi pemasukan untuk menunjang kesejahteraan sekolah,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Surya Bahari, menyampaikan apresiasi atas antusiasme Gubernur terhadap pengembangan SMK Negeri 1 Tanjung. Gubernur bahkan meminta sekolah segera menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk melengkapi kebutuhan dapur dan fasilitas lainnya.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur sangat antusias. Bahkan beliau meminta sekolah segera membuat RAB untuk melengkapi kebutuhan dapur dan fasilitas lainnya. Nanti RAB itu diserahkan ke Dikpora NTB, kemudian saya teruskan ke Pak Gubernur,” ungkap Surya.

Surya Bahari berharap pihak sekolah dapat bergerak cepat agar kebutuhan tersebut dapat diakomodasi sebelum pergeseran anggaran. “Kalau kepala sekolahnya cepat bekerja, mudah-mudahan sebelum pergeseran anggaran semua kebutuhannya bisa kita penuhi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Surya menyoroti potensi besar RPS Kuliner dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gubernur, kata dia, menantang sekolah untuk mampu berkontribusi menyediakan produk, seperti roti, untuk kebutuhan snack bagi siswa.

“Satu MBG itu minimal 3.000 siswa, berarti sehari menyiapkan 3.000 snack. Itu yang ditantang Pak Gubernur, mampu tidak, bisa tidak. Kalau ada kekurangan fasilitas, sampaikan. Nanti lewat Dikpora kita carikan solusinya,” jelas Surya.

Selain itu, Dikbud NTB juga membuka peluang optimalisasi peralatan dari SMK lain, termasuk sekolah dengan fasilitas yang lebih canggih, guna menunjang produksi dan kualitas pembelajaran. Menurut Surya, pengelolaan gedung boga ini harus dilakukan secara profesional agar ke depan mampu menjadi ikon pendidikan vokasi sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.

“Ini baru kita berbicara pariwisata, belum ke MBG. Harus luar biasa dan dikelola secara profesional,” tutupnya.