Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menyoroti dua penalti yang didapatkan Persib Bandung serta kepemimpinan wasit sebagai penyebab kekalahan timnya. Persik Kediri harus mengakui keunggulan tuan rumah Persib Bandung dengan skor telak 3-0 dalam laga tandang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Senin (9/3/2026) malam.

Kekalahan ini membuat Persik Kediri tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara Liga 1. Posisi mereka kini terancam oleh tim-tim yang berada di zona degradasi, menambah tekanan bagi skuad berjuluk Macan Putih tersebut.

Evaluasi Pelatih atas Performa Tim

Meski kalah telak, Marcos Reina Torres mengapresiasi semangat juang para pemainnya. Ia menilai anak asuhnya telah menunjukkan keberanian dan permainan yang bagus, meskipun harus tampil di hadapan ribuan suporter lawan.

“Kita menunjukkan permainan sepak bola yang bagus. Kita sangat dekat dengan mencetak gol dalam banyak situasi,” ujar Marcos usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa timnya mampu menciptakan sejumlah peluang, namun gagal mengkonversinya menjadi gol.

Dua Penalti Jadi Pemicu Kekalahan

Marcos mengakui bahwa dua hadiah penalti yang didapatkan tim tuan rumah menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan. Penalti pertama berhasil dieksekusi oleh Thom Haye pada menit ke-24, disusul oleh Andrew Jung yang sukses menjalankan tugasnya dari titik putih pada menit ke-40.

Pelatih asal Spanyol itu tidak menampik bahwa kesalahan yang dilakukan pemainnya sendiri menjadi penyebab Persib mendapatkan dua penalti tersebut. “Kami melakukan kesalahan dalam dua penalti, dan itulah yang menghancurkan kami,” tuturnya.

Gol ketiga Persib Bandung yang tercipta kemudian semakin mempersulit Persik Kediri untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan.

Sorotan Terhadap Kepemimpinan Wasit

Selain penalti, Marcos Reina Torres juga melayangkan kritik terhadap kepemimpinan wasit yang memimpin jalannya pertandingan. Ia mempersoalkan keputusan wasit yang membiarkan Persib melanjutkan pertandingan tanpa meniup peluit setelah mengeluarkan kartu kuning.

“Saya ingin tahu mengapa wasit tidak mengetahui aturannya, karena ketika wasit menunjukkan kartu kuning, wajib baginya untuk meniup peluit tanda dimulainya kembali pertandingan, dan Persib langsung memulai kembali tanpa wasit meniup peluit, jadi ini tidak diperbolehkan,” pungkas Marcos, mempertanyakan pemahaman wasit terhadap regulasi pertandingan.