Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Idulfitri 1447 Hijriah sebagai penguat kepedulian dan persaudaraan. Ajakan ini disampaikan usai menunaikan Sholat Idulfitri bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB di halaman Bumi Gora, Sabtu (21/3/2026).
Dalam sambutannya, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa Ramadan adalah “madrasah kehidupan” yang mendidik umat menjadi pribadi yang lebih sabar, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama. Ia menggambarkan Ramadan sebagai “perjalanan spiritual yang indah dan penuh makna.”
“Setiap detik terasa bernilai, setiap doa terasa dekat dengan langit, dan setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya,” ujar Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur NTB. Ia menambahkan, suasana Ramadan yang penuh kehangatan, mulai dari sahur, lantunan ayat suci Al-Qur’an, hingga kebersamaan saat berbuka, menjadi sumber kedamaian dan penyejuk hati.
Gubernur yang pernah menjabat Duta Besar Indonesia untuk Turki ini menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur yang tumbuh selama bulan suci agar tidak berhenti setelah Ramadan berlalu.
Miq Iqbal juga menyoroti inti ajaran puasa yang menekankan pengendalian diri, baik dalam tindakan, ucapan, maupun perilaku sehari-hari. Menurutnya, pengendalian diri adalah fondasi untuk menjaga keseimbangan hidup dan alam. “Puasa mendidik kita menahan diri dari haus dan lapar, juga menahan diri membeli walau mampu, berbicara walau bisa, dan bertindak walau mampu,” jelasnya. Ia menambahkan, “Semua dilakukan untuk mengedepankan manfaat di atas mudarat dan mengendalikan hawa nafsu.”
Melalui puasa dan zakat, umat diingatkan bahwa kehidupan bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk seluruh manusia. Semangat berbagi ini, lanjutnya, perlu terus dijaga sebagai bentuk kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Miq Iqbal secara khusus mengajak masyarakat NTB menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial. Ia menegaskan bahwa kemenangan sejati bukan hanya karena tuntas menjalankan ibadah puasa, tetapi ketika umat mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat. “Kemenangan sejati adalah ketika hati kita lebih peduli, tangan kita lebih ringan berbagi, dan langkah kita lebih kuat membantu sesama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menguatkan komitmen bersama dalam membangun NTB yang makmur dan mendunia, berlandaskan nilai persatuan dan kepedulian sosial.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyampaikan ucapan Idulfitri kepada seluruh masyarakat NTB, baik atas nama pemerintah, pribadi, maupun keluarga. “Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua dan memberi kekuatan untuk terus bekerja, mengabdi, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat NTB,” tutupnya.
