Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Kabupaten Sijunjung, pada Selasa (19/5). Kunjungan ini menyusul serangkaian kecelakaan tambang ilegal yang kembali menelan korban jiwa di wilayah tersebut.

Didampingi Wakil Bupati Sijunjung serta jajaran OPD Pemprov Sumbar, Mahyeldi menyaksikan masifnya operasi tambang emas yang menggunakan ratusan box talang di atas ponton sepanjang aliran sungai. Dalam dialognya dengan para penambang, gubernur mempertanyakan legalitas aktivitas mereka.

“Kalau belum punya izin, segera urus izinnya. Pemerintah sudah menyiapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Kita dorong penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) supaya aktivitas masyarakat bisa berjalan sesuai aturan,” tegas Mahyeldi.

Mahyeldi menekankan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat mencari nafkah dengan cara yang membahayakan keselamatan diri sendiri dan merusak lingkungan sekitar. “Kita tidak ingin masyarakat mencari nafkah dengan cara yang membahayakan diri sendiri dan merusak lingkungan,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, gubernur juga mendapati banyak aktivitas tambang serupa yang beroperasi di sejumlah titik lain tidak jauh dari kawasan sungai, menunjukkan praktik tambang ilegal masih berlangsung secara masif di Sijunjung.

Setelah meninjau lokasi tambang aktif, Mahyeldi melanjutkan perjalanan menuju lokasi longsor tambang ilegal di Sintuk, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII. Lokasi ini menjadi saksi bisu tragedi pada Rabu (13/5) lalu yang menewaskan sembilan penambang emas.

Peristiwa maut itu terjadi saat para pekerja melakukan aktivitas penambangan di kawasan tanpa izin. Longsor tiba-tiba menimbun para pekerja, sementara banjir di aliran sungai sekitar lokasi juga menghanyutkan puluhan ponton peralatan tambang milik warga. Sembilan penambang dilaporkan meninggal dunia dalam musibah tersebut.

Mahyeldi kemudian melayat ke rumah duka salah seorang korban, Madi, 24, warga Jorong Koto, Nagari Padang Laweh. Di hadapan keluarga korban, gubernur menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang kembali terjadi akibat aktivitas tambang ilegal.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pemerintah ingin masyarakat tetap bisa bekerja, tetapi harus dengan cara yang legal dan aman,” tandasnya.