Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi memastikan seluruh warga korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, akan mendapatkan relokasi rumah secara gratis. Penegasan ini disampaikan Luthfi saat meninjau lokasi terdampak dan pengungsian pada Rabu (4/2) di tengah hujan deras.

Dalam kunjungannya, Achmad Luthfi berdialog langsung dengan warga di lokasi pengungsian. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan warga kembali ke zona rawan bencana. “Nanti dipindah ya, jangan di sini lagi. Pokoknya semua sudah disiapkan. Gratis. Yang gagal panen juga akan didata dan dibantu,” ujar Achmad Luthfi, disambut antusiasme warga.

Menanggapi pertanyaan warga mengenai cakupan relokasi, gubernur menjelaskan bahwa seluruh warga terdampak akan didata secara menyeluruh untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Afifah, warga RT 2 Desa Padasari, mengungkapkan kelegaannya. “Terima kasih Pak Gubernur. Alhamdulillah kalau ada tempat sementara,” katanya.

Hal senada disampaikan Khunainah, yang meski rumahnya masih berdiri, bagian dalamnya telah rusak parah dan tidak layak huni. “Terima kasih, Pak Gubernur,” ucapnya singkat.

Perhatian Khusus untuk Kelompok Rentan

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan. Achmad Luthfi berdialog dengan Warningsih, seorang warga yang tengah hamil delapan bulan dan mengungsi karena rumah kayunya miring akibat pergerakan tanah. “Yang hamil harus dipastikan aman dan terpantau. Jangan sampai kelelahan, kalau perlu segera dirujuk,” tegasnya kepada petugas kesehatan.

Gubernur juga menyapa para lansia di pengungsian Majelis Az Zikir wa Rotibain, termasuk Mbah Karsih (80) dan Mbah Rupi’ah (70). “Saya titip yang sepuh-sepuh ini. Jangan sampai kekurangan makan atau obat,” pesannya.

Jaminan Keberlanjutan Hidup Warga

Sebelumnya, dalam rapat percepatan penanganan bencana, Achmad Luthfi telah menegaskan bahwa relokasi bukan sekadar memindahkan tempat tinggal, melainkan juga menjamin keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi warga. “Hadirnya negara adalah memberi kepastian agar masyarakat di hunian tetap bisa eksis dan mandiri,” jelasnya.

Bencana tanah gerak di Desa Padasari terjadi pada Senin (2/2) setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Hingga kini, pergerakan tanah masih berlangsung, menyebabkan sekitar 250 rumah terdampak dan lebih dari 1.000 jiwa mengungsi di sejumlah titik.

Penanganan Darurat dan Bantuan Disalurkan

Pemerintah daerah telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari dan mengaktifkan Posko Komando. Berbagai layanan darurat disiapkan, meliputi:

  • Dapur umum dengan kapasitas sekitar 1.050 porsi per waktu makan.
  • Layanan kesehatan.
  • Distribusi logistik satu pintu.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan penanganan darurat senilai total Rp 338,04 juta, yang terdiri dari logistik makanan dan nonmakanan, bantuan sosial, beras, obat-obatan, serta perlengkapan sekolah. Selain itu, bantuan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp120 juta disiapkan untuk mendukung kebutuhan mendesak warga terdampak.