Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny A. Lamadjido, menegaskan Program BERANI Makmur menjadi tumpuan utama dalam memajukan pembangunan sektor tanaman pangan dan hortikultura di provinsi tersebut. Program ini dirancang dengan lima fokus utama untuk mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.

Fokus Utama Program BERANI Makmur

Dalam keterangannya di Palu pada Jumat, 1 Mei 2026, Wagub Reny menjelaskan bahwa lima fokus utama program ini meliputi:

  • Mendorong panen raya melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan.
  • Pemberdayaan petani prasejahtera sekaligus penanganan stunting.
  • Penguatan petani milenial.
  • Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian.
  • Optimalisasi Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

“Selain itu, penguatan petani milenial, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, serta optimalisasi Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan),” kata Reny saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) kabupaten/kota se-Sulteng.

Sinergi dan Data Valid Kunci Pembangunan

Wagub Reny menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, terutama dalam penyediaan data yang valid terkait potensi tanaman pangan dan hortikultura di masing-masing wilayah. Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci dalam menentukan kebijakan serta penyaluran bantuan agar tepat sasaran.

“Kalau ada potensi di daerah, segera sampaikan agar bisa kami dukung secara maksimal,” ujarnya, mendorong pemerintah daerah untuk aktif melaporkan potensi wilayahnya.

Durian Sulawesi Tengah Tembus Pasar Global

Reny juga menyoroti komoditas durian Sulawesi Tengah sebagai “emas berduri” karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan telah berhasil menembus pasar global. Sebagai bukti, pada pertengahan April 2026, Sulawesi Tengah berhasil mengekspor 459 ton durian beku senilai Rp42,5 miliar ke Tiongkok.

Ia optimistis bahwa sinergi antardaerah yang berorientasi pada data kuat akan menjadi instrumen penting untuk menggali lebih banyak lagi potensi unggulan daerah lainnya hingga mampu bersaing dan menembus pasar global. “Mari kita menggali potensi Sulawesi Tengah dengan berbasis data yang valid,” ajaknya.

Inovasi SI-GILING dan Wisma Tani Dukung Sektor Pertanian

Sebagai bagian dari inovasi Dinas TPH Provinsi Sulteng, Pemerintah Provinsi Sulteng juga telah meluncurkan aplikasi SI-GILING (Sistem Informasi Gilingan Padi Terintegrasi) serta Wisma Tani. Aplikasi SI-GILING menyediakan data penggilingan padi, harga gabah dan beras, serta informasi pertanian secara terintegrasi dan real time di Sulawesi Tengah.

Kehadiran aplikasi ini, kata Wagub, diharapkan dapat membantu petani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan secara lebih tepat dengan dukungan data akurat.