Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat, khususnya pemudik, akibat kemacetan parah di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Kemacetan ini terjadi saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri yang beririsan dengan perayaan Suci Nyepi di Bali, bahkan menyebabkan seorang pemudik meninggal dunia.
Koster menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bali telah berupaya optimal melakukan langkah antisipasi sejak awal sebelum puncak mudik terjadi dalam sepekan ini. Langkah antisipasi telah dilaksanakan melalui rapat koordinasi (Rakor) bersama Polda Bali, Pangdam IX Udayana, Dinas Perhubungan, dan semua pihak terkait (Forkopimda).
Menindaklanjuti rakor tersebut, Polda Bali membentuk posko-posko dengan petugas pengatur lalu lintas jalur Gilimanuk-Mengwi. Selain itu, ASDP di bawah Kementerian Perhubungan RI juga telah menambah jumlah kapal penyeberangan dari Gilimanuk ke Ketapang guna memenuhi peningkatan jumlah kendaraan dari Bali ke Ketapang.
“Atas terjadinya kemacetan yang panjang ke arah Pelabuhan Gilimanuk akibat lamanya antrean penyeberangan Gilimanuk ke Ketapang, saya sebagai Gubernur Bali memohon maaf atas kondisi ini,” kata Koster, Kamis (19/3/2026).
Kemacetan arus mudik di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk berkaitan dengan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada Kamis (19/3/2026) yang beririsan dengan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21 dan 22 Maret 2026. Antrean kendaraan mulai terjadi sejak Minggu (15/3) dan mencapai puncaknya pada Rabu (18/3), yang menjadi hari terakhir penyeberangan sebelum pelabuhan dinonaktifkan 24 jam selama Nyepi.
Volume kendaraan yang cukup tinggi dan terpusat di lokasi tersebut menyebabkan kemacetan antrean mengular hingga 35 kilometer pada Selasa (17/3). Dalam insiden tragis ini, seorang pemudik perempuan asal Jawa Tengah yang berangkat dari Denpasar menuju Jawa Tengah meninggal dunia setelah diduga kelelahan akibat mengantre selama berjam-jam. Ia diketahui mudik sendirian menggunakan bus.
Koster juga menyampaikan terima kasih kepada para pihak atas kritik dan saran terkait kondisi kemacetan yang membuat publik kurang nyaman. “Kritik dan saran ini akan kami pakai sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.
