Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka pameran Kiswah peninggalan ulama besar dunia Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Masjid Al Akbar Surabaya pada Kamis, 12 Maret 2026. Pameran ini tidak hanya menampilkan artefak bersejarah, tetapi juga berbagai manuskrip klasik spiritual serta jejak keilmuan para ulama.

Kiswah tersebut merupakan kain penutup makam yang secara khusus digunakan untuk menutupi makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad, Irak. Kain bersejarah ini secara berkala diganti setiap tahun sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada ulama besar tersebut.

Khofifah menjelaskan, kiswah yang dipamerkan ini memiliki nilai historis yang istimewa. Artefak tersebut diberikan secara langsung oleh cicit ke-33 Syekh Abdul Qadir Al Jailani, yakni Syekh Afeefuddin Al Jailani, kepada Gubernur Khofifah saat ia berziarah ke makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad.

Menurut Khofifah, keberadaan kiswah ini melampaui sekadar artefak sejarah. “Ini bukan sekadar benda bersejarah, tetapi juga pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga warisan keilmuan, akhlak, dan spiritualitas yang telah diwariskan oleh para ulama besar,” ujarnya dalam siaran resminya.

Jejak Sejarah Masjid dan Manuskrip Klasik Turut Dipamerkan

Selain Kiswah, pameran ini juga menyajikan potret perjalanan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dari masa ke masa. Dokumentasi yang ditampilkan memperlihatkan transformasi masjid, mulai dari arsip foto tempo dulu hingga kondisi terkini yang terus berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan edukasi masyarakat.

Pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai manuskrip kitab klasik yang menjadi bagian penting dari khazanah keilmuan Islam. Di antaranya adalah Kitab Tashrif Lughati, Kitab Amil, Kitab Fiqh, serta Kitab Bahjatul Ulum yang selama ini menjadi rujukan utama dalam tradisi pembelajaran di pesantren-pesantren.

Khofifah menambahkan, “Rasanya Jawa Timur menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang melakukan penelitian, penelaahan sampai kemudian menerbitkan turats secara serius.”