Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St. M.K. secara resmi melepas lebih dari 16.000 peserta program Mudik Gratis 2026 menuju 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Pelepasan yang berlangsung di Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, Jakarta, pada Sabtu, 16 Maret 2026, ini menandai dimulainya perjalanan ribuan perantau untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan oleh masyarakat Indonesia, khususnya para perantau. Tahun 2026 diperkirakan kembali menjadi periode dengan mobilitas tinggi, mendorong pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah untuk menyediakan program mudik gratis guna memastikan perjalanan yang aman dan terjangkau.

Program Mudik Gratis yang diselenggarakan oleh Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah ini menyediakan 320 bus untuk mengangkut lebih dari 16.000 pemudik. Seluruh peserta akan diberangkatkan menuju 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah, memfasilitasi kepulangan mereka menjelang Hari Raya Idulfitri.

Dalam mendukung kelancaran dan kesehatan para pemudik, Bejo Jahe Merah turut berpartisipasi untuk kelima kalinya. Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category PT Bintang Toedjoe, Andry Mahyudi, menjelaskan bahwa partisipasi ini merupakan komitmen perusahaan untuk hadir di momen penting masyarakat.

“Lebaran selalu identik dengan kehangatan silaturahmi bersama keluarga. Bejo Jahe Merah ingin ikut hadir dalam momen tersebut dengan membantu para pemudik menjaga kondisi tubuh selama perjalanan. Jangan sampai ketika sudah tiba di kampung halaman justru tidak maksimal berkumpul bersama keluarga karena masuk angin. Kalau itu terjadi, serahkan saja ke Bejo,” ujar Andry Mahyudi.

Melalui kampanye “Silaturahmi Jangan Putus, Masuk Angin Bejo Yang Urus”, Bejo Jahe Merah menyediakan 32.000 paket produk untuk menjaga kondisi tubuh pemudik tetap hangat dan fit.

Gubernur Ahmad Luthfi dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan. “Program ini tidak hanya membantu masyarakat pulang ke kampung halaman, tetapi juga memastikan perjalanan mereka tetap nyaman. Kami berharap seluruh pemudik dapat menjaga kesehatan sepanjang perjalanan. Silaturahmi dengan keluarga adalah nilai sosial yang sangat penting, karena itu menjaga stamina selama proses mudik juga tidak kalah penting,” kata Gubernur Luthfi.

Ia juga berharap para pemudik dapat kembali beraktivitas secara produktif setelah merayakan Lebaran dan berkumpul bersama keluarga.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya memfasilitasi arus mudik, tetapi juga menyiapkan program arus balik gratis pada 27 dan 28 Maret 2026. Program ini dikoordinasikan oleh pemerintah kabupaten dan kota di daerah asal pemudik bekerja sama dengan berbagai asosiasi profesi, dengan pendaftaran dilakukan secara daring.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., yang turut hadir dalam acara pelepasan, menyampaikan apresiasinya. “Saya sangat mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam program ini, mulai dari pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga pihak swasta yang turut mendukung penyelenggaraannya. Program ini sangat membantu masyarakat agar bisa pulang kampung dengan aman, nyaman, dan sehat. Tujuan akhirnya tentu agar mereka bisa berkumpul dengan keluarga dan merayakan Idulfitri dengan penuh sukacita,” ungkap Dyah Kartika.

Para peserta mudik mayoritas adalah warga Jawa Tengah yang bekerja di sektor nonformal di Jakarta, seperti pedagang dan pekerja harian. Mereka mendaftar secara daring melalui Badan Penghubung Jawa Tengah.

Muhammad Jaelani, seorang pekerja housekeeping outsource dari Kota Pemalang, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Program mudik gratis ini sangat membantu karena biaya transportasi biasanya naik menjelang Lebaran. Dengan program ini kami bisa pulang kampung dengan lebih ringan. Apalagi tahun ini kembali ada dukungan Bejo Jahe Merah, jadi lebih tenang kalau badan mulai terasa tidak enak selama perjalanan,” jelas Jaelani.