Gubernur Banten Andra Soni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa memelihara dan menjaga kelestarian alam. Ia menegaskan, bencana alam yang kerap melanda wilayah tersebut tak lepas dari kondisi lingkungan yang kian rusak. Seruan ini disampaikan Andra Soni dalam acara Berbagi Berkah Ramadan di Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara), Desa Cirarab, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (14/4/2026).
Andra Soni menyoroti kurangnya kepedulian masyarakat sebagai salah satu pemicu utama kerusakan lingkungan. “Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kepedulian kita dalam memelihara dan menjaga alam,” ujar Andra. Ia menambahkan, sepanjang tahun 2026, Provinsi Banten telah dilanda beberapa musibah banjir yang diakibatkan oleh kelalaian dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu, ia kembali mengimbau semua pihak untuk mencegah kerusakan alam lebih lanjut.
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni juga menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Yayasan Keluarga Semesta Nusantara yang telah membangun Pusbatara. Ia berharap kawasan ini dapat menjadi pusat edukasi sekaligus tempat pelestarian budaya dan alam di Banten. “Saatnya kita bergerak dan berkolaborasi dalam melestarikan serta menjaga alam,” tambahnya, menekankan pentingnya sinergi.
Senada dengan Gubernur, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rashid turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencintai alam. Ajakan ini juga mencakup pelestarian seni, budaya, dan tradisi lokal demi masa depan yang lebih baik. “Kita harus mencintai budaya dan seni untuk kehidupan di masa mendatang, supaya kita tetap sehat, bugar, cageur, dan panjang umur,” kata Maesyal.
Kehadiran Pusbatara disambut baik oleh warga setempat, salah satunya Arnasih (45) dari Kampung Sikluk, Desa Cirarab. Arnasih mengaku senang dan berharap kawasan edukasi tersebut dapat mengembalikan suasana asri di Kecamatan Legok yang kini telah banyak berubah menjadi kawasan industri. “Keberadaannya bagus. Lokasi di sini yang tadinya terbilang gersang, dengan adanya Pusbatara, semoga bisa menjadi lebih asri,” ungkap Arnasih.
Mengenal Lebih Dekat Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara)
Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara) merupakan sebuah kawasan edukasi budaya dan pelestarian alam yang membentang seluas 25 hektare di Legok, Banten. Kawasan ini dirancang dengan fokus pada keharmonisan alam, seni, dan budaya Nusantara.
Saat ini, Pusbatara masih dalam tahap pembangunan aktif dan direncanakan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Fasilitas tersebut meliputi eco camp, agrowisata, serta Hall Dunia Satu Keluarga yang akan menjadi pusat kegiatan.
Ketua Umum Yayasan Keluarga Semesta Nusantara, Edward Luminto, menyatakan bahwa dukungan dari pemerintah menjadi motivasi besar bagi organisasinya. Dukungan ini mendorong mereka untuk terus mengabdi kepada masyarakat dan lingkungan. “Pusbatara hadir sebagai wadah pemersatu. Kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan di bulan suci ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkokoh sinergi dengan Gubernur dalam membangun Banten yang lebih inklusif,” pungkas Edward.
