Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 3,5 mengguncang wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya pada Rabu dini hari, 18 Februari 2026, pukul 03.23 Wita. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa dangkal ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di darat.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.22 LS dan 116.39 BT. Lokasi ini tepatnya berada di darat, sekitar 29 kilometer Timur Laut Lombok Utara, NTB, dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer. Kedalaman yang dangkal ini mengindikasikan bahwa gempa tersebut berasal dari pergerakan sesar aktif di darat.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, menjelaskan mekanisme sumber gempa tersebut. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault),” ujar Sumawan.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) dan laporan dari masyarakat, gempa ini menimbulkan guncangan dengan Skala Intensitas II – III MMI di wilayah Lombok Timur. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, dan getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk yang melintas. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Sumawan menambahkan, hasil monitoring BMKG hingga pukul 04.30 Wita belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. “Hingga pukul 04:30 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” pungkasnya.
