Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di China menghadirkan fenomena budaya pop yang tak terduga. Sosok Draco Malfoy, karakter antagonis ikonik dari serial Harry Potter, mendadak menjelma menjadi simbol keberuntungan yang ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Fenomena unik ini berakar pada permainan bahasa seputar karakter Tionghoa untuk “kuda” (马/mǎ), yang menjadi elemen sentral dalam ucapan Tahun Baru Imlek. Salah satu frasa populer yang sering diucapkan adalah “马上发财” (mǎ shàng fā cái), yang secara harfiah berarti “semoga segera kaya”. Frasa ini memanfaatkan kata “马上” (mǎ shàng) yang bermakna “segera” atau “di atas kuda”.
Permainan kata serupa juga muncul dalam bahasa Inggris, seperti “a stable year ahead” atau “neigh-bourly wishes for joy”. Bahkan, ada kombinasi bahasa seperti “ma-vellous new year” dan “neigh hóu maa”, yang memadukan bunyi kuda dengan sapaan Kanton.
Di tengah tren permainan kata tersebut, nama Draco Malfoy menjadi sangat relevan. Dalam bahasa Mandarin, nama Malfoy ditransliterasikan menjadi “马尔福” (Mǎ Ěr Fú). Menariknya, karakter pertama “马” (Mǎ) berarti “kuda”, sementara karakter “福” (Fú) berarti “keberuntungan” atau “berkah”.
Secara harfiah, transliterasi nama tersebut dapat dimaknai sebagai “keberuntungan untukmu di Tahun Kuda”. Konteks ini semakin kuat mengingat karakter “福” (keberuntungan) lazim ditempel terbalik di pintu rumah saat Imlek. Praktik ini didasari oleh permainan bunyi antara kata “terbalik” (倒/dào) dan “datang” (到/dào) yang memiliki pelafalan serupa, melambangkan harapan agar keberuntungan segera tiba.
Tidak mengherankan jika kini wajah Draco Malfoy banyak menghiasi berbagai dekorasi Imlek di seluruh China. Berbagai situs e-commerce bahkan terpantau menjual ornamen Tahun Baru dengan gambar karakter tersebut, menunjukkan tingginya antusiasme publik.
Aktor Tom Felton, pemeran Draco Malfoy dalam serial film Harry Potter, turut menyadari fenomena ini. Ia membagikan ulang unggahan di Instagram yang menyebut karakternya telah menjadi “simbol Tahun Baru Imlek di China”, mengindikasikan pengakuan atas popularitas tak terduga ini.
Popularitas Draco Malfoy sebagai ikon Imlek juga tidak terlepas dari besarnya basis penggemar Harry Potter di China. Menurut laporan CGTN, sekitar 200 juta kopi buku Harry Potter telah terjual di China sejak versi terjemahan Mandarin pertama kali diluncurkan pada tahun 2000.
Antusiasme terhadap dunia sihir ini juga tercermin dari rencana Warner Bros Discovery untuk membangun tur studio Harry Potter terbesar di Shanghai. Proyek yang disebut sebagai “tur pertama dari jenisnya di China” itu dijadwalkan akan dibuka pada tahun 2027.
Tahun Kuda sendiri dalam budaya Tionghoa melambangkan vitalitas, ketekunan, dan kesuksesan. Dengan makna nama yang secara kebetulan mengandung unsur “kuda” dan “keberuntungan”, Draco Malfoy pun secara tak sengaja menjadi ikon Imlek 2026—sebuah contoh menarik bagaimana budaya pop global dapat berinteraksi dan berkelindan dengan tradisi lokal melalui permainan bahasa yang cerdas.
