Sebuah video dengan judul provokatif ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri No Sensor’ kembali menjadi perbincangan hangat di platform dan media sosial lainnya sejak awal Maret 2026. Klaim adanya versi durasi panjang dan tanpa sensor memicu rasa penasaran publik, namun para ahli dan pihak berwenang memperingatkan bahaya di balik konten viral semacam ini.

Penyebaran Konten dan Klaim Durasi Penuh

Video singkat yang beredar di TikTok seringkali hanya berupa cuplikan atau potongan yang tidak jelas, namun disertai narasi yang mengklaim adanya ‘versi lengkap’ atau ‘tanpa sensor’ yang bisa diakses melalui tautan tertentu. Fenomena ini bukan hal baru, melainkan pola berulang yang kerap digunakan untuk menarik perhatian pengguna media sosial.

Pencarian di berbagai platform menunjukkan bahwa banyak pengguna yang mencari kebenaran di balik klaim tersebut. Namun, alih-alih menemukan konten yang dijanjikan, mereka seringkali diarahkan ke situs web pihak ketiga yang mencurigakan, grup Telegram, atau aplikasi tidak resmi. Praktik semacam ini sangat berisiko bagi keamanan digital pengguna.

Ancaman Keamanan Siber dan Misinformasi

Pakar keamanan siber, Dr. Budi Santoso dari Universitas Teknologi Indonesia, pada Jumat (14/3/2026) mengingatkan,