Seorang remaja wanita berusia 15 tahun di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, harus menjalani perawatan intensif setelah digigit anak ular kobra. Insiden yang sempat viral di media sosial ini terjadi saat korban membuka paket karpet yang dibelinya secara daring. Namun, Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, mengklarifikasi bahwa ular tersebut kemungkinan besar bukan berasal dari dalam paket kiriman.

Korban, Sakinah (15), warga Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, digigit anak ular kobra pada Senin, 26 Januari 2026. Devia Khaerunnisa, kakak Sakinah, menceritakan bahwa adiknya digigit saat membuka bungkus paket berisi karpet. Akibat gigitan tersebut, Sakinah dilarikan ke RSUD Ir Sukarno Sukoharjo dan sempat menjalani operasi.

Anak ular kobra itu ditemukan terjebak di selotip paket yang telah dibuka. Devia menjelaskan ukuran ular tersebut. “Lumayan (ukurannya), seperti di foto, sekira sejumpol kaki anak remaja,” ungkap Devia. Setelah menggigit adiknya, ular tersebut langsung dibunuh. Ular itu sempat dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya dibuang. “Dibawa ke rumah sakit waktu itu, terus dibuang ke tong sampah rumah sakit. (Kondisinya) Sudah mati dibunuh,” tegas Devia.

Di sisi lain, Janu Wahyu Widodo, Ketua Exalos Indonesia, mengidentifikasi ular tersebut sebagai Kobra Jawa (Naja sputatrix) berdasarkan foto yang ia terima. “Ular tersebut adalah kobra Jawa, atau dengan nama ilmiah naja sputatrix. Habitatnya hutan, kebun, persawahan dan pemukiman. Sifat tenang, namun akan menyerang bila terganggu. Klasifikasi berbisa tinggi dan mematikan,” terang Janu. Ia memperkirakan ular itu baru lahir dengan panjang sekitar 30 sentimeter, meskipun tidak dapat memastikan karena ular sudah dibuang.

Janu juga telah menjenguk Sakinah yang masih dirawat di RSUD Sukoharjo dan menyerahkan hasil penggalangan dana. Berdasarkan keterangan Sakinah dan keluarganya, Janu menyimpulkan bahwa ular tersebut kemungkinan besar bukan berasal dari dalam paket, melainkan dari dalam rumah mereka sendiri.

“Banyak fakta yang kami dapatkan saat mengunjungi korban gigitan ular di Sukoharjo, di antaranya adalah ular dalam paket. Setelah korban bercerita saya menyimpulkan ular bukan dari paket, melainkan dari rumah,” jelas Janu. Ia menambahkan, ada jeda sekitar satu jam antara Sakinah membuka paket dan membuang sampah plastik kemasan tersebut. Dalam jeda waktu itu, diperkirakan ular yang berada di dalam rumah menyelinap masuk ke dalam tumpukan sampah plastik.

“Foto yang viral, ular dalam lakban. Kemungkinan besar adalah terjerat lakban di lantai pasca-unboxing, dan menggigit 1 jam kemudian saat plastik packing ini akan dibuang,” ujar Janu.