Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menyalurkan bantuan pendidikan bagi 543 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melalui program Satu Kartu Keluarga (KK) Satu Sarjana. Penyaluran beasiswa ini dikukuhkan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Balai Kota Surabaya pada Kamis, 5 Februari 2026. Program ini bertujuan mewujudkan harapan warga Surabaya agar anak-anak mereka dapat menyandang gelar sarjana.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap setiap keluarga di Surabaya memiliki setidaknya satu anggota keluarga berpendidikan tinggi guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi di masa mendatang. “Investasi terbaik bagi kota ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan manusia. Kami ingin setiap keluarga punya kesempatan yang setara untuk kuliah. Program ini menjadi motor penggerak untuk memutus rantai kemiskinan dan memperkuat daya saing kota di kancah global,” ujar Eri. Ia menambahkan, keberhasilan program Satu KK Satu Sarjana sangat bergantung pada dukungan perguruan tinggi di Surabaya. Menurutnya, kampus-kampus berperan sebagai inkubator yang membentuk potensi anak muda lokal menjadi tenaga profesional.

Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, menyatakan kesiapan kampusnya untuk membimbing 543 mahasiswa penerima beasiswa hingga mereka lulus. Harjo memandang kepercayaan pemerintah ini sebagai pengakuan atas kualitas akademik Untag. “Sebagai kampus nasionalis, kami mendukung penuh upaya pemkot dalam pemerataan akses pendidikan. Ini bukan sekadar soal bantuan biaya, tapi bagaimana kami menyiapkan 543 mahasiswa ini agar mampu bersaing, tidak hanya di level lokal tapi juga internasional,” kata Harjo. Ia menjelaskan, para mahasiswa akan menerima kurikulum berbasis global, sejalan dengan upaya Untag meningkatkan kualitas riset dan jejaring industri internasional. Harapannya, lulusan Untag tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menghadapi tantangan industri global yang semakin kompetitif. “Kolaborasi ini akan memperkecil kesenjangan sosial di masyarakat. Kami ingin memastikan mereka yang masuk lewat jalur beasiswa ini keluar dari Untag dengan kualitas yang unggul dan siap tempur di dunia kerja,” tutupnya.