Enam penambang korban tanah longsor di lokasi tambang eks pondi Desa Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, dipulangkan ke daerah asalnya di Pandeglang, Banten, pada Selasa (3/2) malam. Keenam korban ditemukan meninggal dunia setelah insiden yang terjadi pada Senin (2/2) malam.

Para korban yang diidentifikasi sebagai Aben, Atek, Abdul Manap, Abat, Samson, dan Aanam, semuanya merupakan warga Pandeglang. Proses pemulangan jenazah dilakukan menggunakan tiga unit ambulans, dengan masing-masing ambulans membawa dua peti mati.

Rombongan ambulans menyeberang melalui Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Bangka Barat, menuju Palembang, sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Pandeglang, Banten. Awalnya, kepulangan keenam korban sempat menunggu penemuan satu korban lain yang masih hilang, namun hingga Selasa sore, korban ketujuh belum juga ditemukan.

Pencarian Korban Ketujuh Terus Berlanjut

Sementara itu, tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari satu korban yang belum ditemukan. Kepala Basarnas Pangkalpinang, Mickel Rahman Junika, menyatakan bahwa pencarian dilanjutkan pada Rabu (4/2).

“Selasa kemarin belum ditemukan, pencarian kami lanjutkan hari ini,” kata Mickel, Rabu (4/2).

Mickel menjelaskan, upaya pencarian hanya dapat dilakukan hingga sore hari karena kontur pasir di lokasi tambang yang rawan longsor. Untuk mempercepat proses pencarian, Basarnas berencana menambah alat berat.

“Untuk mempercepat pencarian, kemungkinan ada penambahan eskavator dari dua menjadi tiga,” ujarnya. Ia berharap, pada hari ketiga pencarian ini, satu korban laka tambang yang tersisa dapat segera ditemukan.