Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, menyatakan bahwa tawaran Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadi mediator damai antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel merupakan cerminan dari usaha bersama untuk mengakhiri konflik. Ia menilai usulan mediasi tersebut sebagai langkah Indonesia dalam menawarkan perannya untuk meredakan ketegangan global.

Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin menyampaikan pandangannya ini saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke ANTARA Heritage Center di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Menurutnya, banyak negara dan pemimpin lain juga pernah menyatakan kesediaan serupa dalam konflik berbeda, seperti perseteruan Rusia-Ukraina.

“Kami menyambut baik usulan apapun dari negara-negara, termasuk dari Presiden Prabowo, untuk menjadi mediator dalam konflik ini,” tegas Dubes Hasrin.

Ia menambahkan, dalam setiap konflik, setiap negara memiliki tanggung jawab untuk mencari jalan dan menyarankan langkah-langkah konkret guna menghentikan perseteruan serta memulihkan perdamaian. Selain platform mediasi yang ditawarkan Indonesia, Dubes Malaysia juga menyoroti peran krusial Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam upaya mengakhiri konflik di tingkat global.

Malaysia, kata Dubes Hasrin, senada dengan Indonesia, terus mendesak semua pihak yang berkonflik agar segera mengakhiri permusuhan. Desakan ini bertujuan untuk mewujudkan deeskalasi dan gencatan senjata, terutama mengingat eskalasi konflik terjadi di bulan Ramadhan, saat umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini telah mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah dan berdampak pada negara-negara tetangga.

“Perdana Menteri Malaysia juga sudah mengecam sekeras-kerasnya serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa termasuk Pemimpin Tertinggi Iran,” ungkap Dubes Hasrin.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu melancarkan serangan gabungan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan infrastruktur dan menelan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran kemudian membalas aksi militer itu dengan melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel serta aset-aset AS di sejumlah negara Teluk.

Merespons eskalasi konflik di Timur Tengah, Indonesia telah menyerukan penghentian segera permusuhan. Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog guna menciptakan kembali kondisi kawasan yang kondusif. Melalui pernyataan resmi di platform X pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri RI mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi jika disetujui oleh pihak-pihak yang bertikai.

sumber gambar: antaranews.com