Perayaan Tahun Baru Imlek 2557 Kongzili di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tulungagung, dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai. Acara yang digelar pada Senin malam hingga Selasa dini hari, 17 Februari 2026, ini menjadi simbol harapan umat Tri Dharma untuk kelancaran rezeki dan umur panjang.

Penampilan barongsai tersebut dibawakan oleh Sanggar Barongsai TTID Tjoe Tik Kiong Tulungagung. Berbeda dari pertunjukan di luar ruangan, kali ini barongsai digelar di dalam klenteng, tepatnya di altar Tian Gong atau Tuhan Yang Maha Esa. Pertunjukan ini menonjolkan sisi kesakralan dan penghormatan, tanpa atraksi kelincahan yang biasa ditampilkan.

Sebelum memulai pertunjukan, para pemain barongsai memberikan hormat kepada Tian Gong. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan agar terhindar dari musibah selama penampilan.

Barongsai Simbol Buang Kesialan

Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Tjio Jing Jing, menjelaskan bahwa rangkaian perayaan pergantian tahun Imlek dimulai dengan sembahyang melepas tahun 2556 Kongzili pada pukul 16.00 WIB. Setelah itu, dilanjutkan dengan penampilan barongsai di dalam altar klenteng.

“Barongsai itu simbol khas bagi kami. Barongsai juga dipercaya sebagai simbol membuang kesialan dan membuka jalan keberuntuhan di tahun baru,” ujar Jing Jing pada Senin (17/2/2026).

Jing Jing menambahkan, pihaknya selalu mendorong agar kesenian barongsai dapat ditampilkan saat perayaan Imlek, mengingat barongsai merupakan simbol tradisi Tionghoa. “Setelah penampilan barongsai kami melakukan sembahyang menyambut tahun baru 2557 Kongzili pada pukul 00.00 WIB,” terangnya.

Persiapan Matang dan Aturan Sakral

Abdurahman Fauzi, salah satu pemain barongsai, mengungkapkan bahwa pihak klenteng secara khusus meminta penampilan barongsai untuk perayaan Imlek tahun ini. Timnya telah mempersiapkan pertunjukan ini sejak satu minggu sebelumnya.

“Perayaan Imlek tahun ini kebetulan main, kalau tahun Imlek tahun lalu tidak ada,” jelas Fauzi.

Menurut Fauzi, menampilkan barongsai di dalam altar klenteng memiliki tingkat kesakralan yang lebih tinggi, sehingga para pemain tidak boleh sembarangan. “Sebelum masuk klenteng kami harus memberi penghormatan baru boleh main. Kalau di luar klenteng kami tidak perlu beri penghormatan,” paparnya.

Saat ini, Sanggar Barongsai TTID Tjoe Tik Kiong Tulungagung memiliki 12 personel. Dalam momen perayaan Imlek ini, mereka juga membuka pendaftaran bagi semua kalangan yang ingin bergabung dengan tim barongsai. “Kami juga buka recrutment tim barongsai. Semua kalangan boleh ikut,” pungkas Fauzi.