Di tengah ambisi besar untuk terus meningkatkan efisiensi logistik nasional, PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Group menunjukkan sisi humanisnya. Perusahaan ini membuka panggung khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menampilkan bakat mereka dalam sebuah agenda pertemuan media.
Acara yang berlangsung di Pelindo Place Office Tower pada Rabu (3/3/2026) tersebut, bukan sekadar ajang pemberian santunan. Anak-anak dari Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC), Yayasan Urunan Kebaikan Kawan Netra, hingga Panti Asuhan Kreatif Darul Hikmah tampil percaya diri menyajikan pertunjukan musik dan tari.
Salah satu penampil dari YPAC, Ryan Dwi Pradana, mengungkapkan kebahagiaannya. “Kami sangat senang bisa tampil dan dihargai. Terima kasih atas kesempatan ini,” ujarnya.
Bagi Bambang Susilo, pendamping dari YPAC, apresiasi semacam ini memiliki makna yang jauh lebih dalam ketimbang sekadar bantuan materi. Ia menilai, ruang untuk berekspresi merupakan kunci utama yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak dengan keterbatasan fisik maupun mental.
Tanggung Jawab Sosial Beriringan dengan Kinerja Positif
Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menjelaskan bahwa tanggung jawab sosial ini berjalan beriringan dengan kinerja perusahaan yang terus menguat. Menurutnya, kesibukan operasional pelabuhan tidak boleh membuat korporasi menutup mata terhadap isu sosial di sekitarnya.
Secara data, SPTP Group memang tengah berada pada tren positif. Sepanjang tahun 2025, arus peti kemas yang ditangani mencapai 13,34 juta TEUs, menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian impresif ini menyumbang sekitar 67,5 persen dari total arus peti kemas seluruh Pelindo Group.
Lonjakan performa tersebut disokong penuh oleh dua anak usaha strategis di Surabaya. PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berhasil membukukan 1,57 juta TEUs dengan dominasi trafik internasional mencapai 95 persen. Keberhasilan itu diperkuat kontribusi PT Terminal Teluk Lamong (TTL) yang mencatatkan arus 2,82 juta TEUs sepanjang 2025, sekaligus mematok target ambisius sebesar 3,04 juta TEUs atau naik 7,8 persen pada tahun 2026.
Widyaswendra menegaskan komitmen perusahaan. “Kami ingin keberadaan perusahaan memberikan manfaat nyata, baik bagi kelancaran logistik maupun bagi kelompok rentan di masyarakat,” pungkasnya.
Upaya ini menegaskan bahwa di balik statistik pertumbuhan yang kaku, terselip komitmen tulus untuk tumbuh bersama masyarakat.
sumber gambar: jatimnow.com 