Timnas Senegal harus menelan pil pahit setelah mimpi mereka untuk melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 sirna dalam lima menit terakhir pertandingan. Bertanding melawan Belgia di Seattle Stadium, Amerika Serikat, Kamis (2/7), Singa Teranga takluk secara dramatis.

Dalam laga babak 32 besar tersebut, Senegal sebenarnya tampil menjanjikan dan berhasil unggul dua gol tanpa balas. Diarra membuka keunggulan pada menit ke-24, disusul gol Sarr di menit ke-51, membuat Senegal memimpin 2-0 hingga menjelang akhir waktu normal.

Namun, petaka datang di lima menit terakhir pertandingan. Belgia berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Romelu Lukaku dan Youri Tielemans. Puncaknya, di menit ke-120+5 babak perpanjangan waktu, Tielemans mencetak gol penalti kontroversial yang memastikan kemenangan Belgia dan mengubur harapan Senegal.

Keputusan wasit terkait penalti tersebut sempat menjadi perdebatan. Roy Keane, salah satu pundit di ITV, bahkan menyebutnya “janggal”. Meski demikian, wasit tetap pada keputusannya, membuat Senegal harus angkat koper dari turnamen.

Gary Neville, legenda Manchester United yang juga menjadi pundit, turut menyampaikan simpatinya. “Piala Dunia adalah tempat untuk mewujudkan mimpi, tapi bisa juga jadi tempat mimpi akan hancur. Senegal kehilangan segalanya dalam lima menit tersisa,” ujar Neville.

Senada dengan Neville, Roy Keane menambahkan, “Belgia bereaksi dengan bagus. Hukuman penalti buat Senegal terlihat janggal, karena wasit pun cukup lama mengeceknya.”

Dengan kekalahan ini, Senegal kembali gagal melangkah lebih jauh di fase gugur Piala Dunia. Pencapaian terbaik mereka tetap pada edisi 2002, saat berhasil menembus babak perempatfinal.