Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memastikan keamanan, kesehatan, keutuhan, dan kehalalan daging kurban yang akan dikonsumsi masyarakat pada momen Idul Adha 1447 Hijriah/2026. Langkah ini diambil melalui pengawasan intensif mulai dari kandang peternak hingga proses penyembelihan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Parigi Moutong, Nurlina, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga kesehatan publik. “Untuk menjamin itu semua kami gencar melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan mulai dari kandang peternak hingga proses penyembelihan,” kata Nurlina di Parigi pada Selasa (28/4/2026).
Nurlina menjelaskan, pihaknya bertanggung jawab penuh memastikan kesehatan masyarakat melalui pengawasan hewan ternak dan daging yang beredar. Pemberian vaksinasi terhadap hewan ternak menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan pengawasan, termasuk vaksin pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK).
Selain itu, setiap ternak asal Parigi Moutong yang akan dikirim ke luar daerah wajib melalui pemeriksaan kesehatan dan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). “Setiap ternak asal Parigi Moutong yang dikirim ke luar daerah wajib melalui pemeriksaan kesehatan dan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), termasuk daging yang dikonsumsi saat Lebaran nanti,” ujarnya.
Dokumen tersebut, lanjut Nurlina, menjadi jaminan bahwa ternak dalam kondisi sehat dan layak untuk diperdagangkan. Pada momen Idul Adha, tim DPKH juga akan turun langsung ke titik-titik penyembelihan untuk melakukan pemeriksaan sampel daging. Hal ini bertujuan memastikan daging yang didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat benar-benar sehat, aman, utuh, dan halal dikonsumsi.
“Kalau hasil pemeriksaan layak, maka bisa disembelih dan dikonsumsi. Kalau tidak layak, tentu tidak direkomendasikan,” tegas Nurlina.
Pihaknya juga mengimbau panitia kurban dan masyarakat untuk melaporkan rencana penyembelihan hewan. Tujuannya agar tidak ada titik penyembelihan yang terlewatkan dari pengawasan. “Keamanan daging dikonsumsi merupakan salah satu syarat dalam berkurban. Sehingga kesehatan fisik hewan kurban menjadi prioritas. Pemberian pakan dan kebersihan kandang merupakan faktor yang penting,” pungkasnya.
