Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran untuk mencapai kesepakatan yang tepat dengan Washington. Jika tidak, Trump mengklaim Amerika Serikat akan meraih kemenangan “dengan sangat mudah” dari sudut pandang militer.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan pembawa acara radio Hugh Hewitt pada Senin, 4 Mei 2026. “Ya, bagaimanapun juga, kami akan menang. Kami akan membuat kesepakatan yang tepat, atau kami akan menang dengan sangat mudah dari sudut pandang militer,” tegas Trump.
Pemimpin Amerika itu juga mengklaim bahwa AS telah mengalahkan Iran secara militer. Ia menyebut bahwa Teheran sebelumnya memiliki 159 kapal, yang kini menurutnya, “semuanya berada di dasar laut.”
Dalam wawancara yang sama, Trump menambahkan, “Hari ini, kami menghancurkan delapan kapal mereka. Sekarang mereka hanya memiliki kapal kecil yang cepat. Kapal-kapal itu sangat murah dan dipasangi senapan mesin. Mereka pikir itu bagus. Kami menghancurkan delapan kapal mereka hari ini.”
Trump menegaskan bahwa tujuan utama Amerika Serikat tetap memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Mengenai waktu kesepakatan potensial, Trump menyatakan bahwa waktu bukanlah faktor penentu bagi AS.
Ia mencatat bahwa banyak pihak, termasuk individu yang “sangat cerdas” dan “cukup moderat,” ingin melihat kesepakatan dengan Iran. “Kami sudah melakukan sebagian besar yang perlu dilakukan. Mungkin tinggal dua minggu lagi, dua minggu, mungkin tiga minggu. Dan waktu bukanlah hal yang mendesak bagi kami,” kata Trump.
Konteks Konflik dan Gencatan Senjata
Pernyataan Trump ini muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara kedua negara. Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu. Pengumuman ini disampaikan Presiden Trump di tengah demonstrasi anti-perang yang digelar di dekat Gedung Putih, Washington DC, menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Gencatan senjata tersebut bertujuan untuk menghentikan permusuhan, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz sementara negosiasi diplomatik berlanjut menuju resolusi yang lebih permanen. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa terobosan signifikan.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dimulainya kembali permusuhan, tetapi AS telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Para mediator saat ini sedang berupaya mengatur putaran negosiasi baru untuk mencari solusi damai.
