Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah mendistribusikan 1.250 lembar kantong plastik sampah. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penumpukan sampah saat pelaksanaan pawai takbiran menyambut 1 Syawal 1447 Hijriah atau tahun 2026.

Kepala DLH Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan bahwa 1.250 lembar kantong plastik tersebut disebar ke enam kecamatan di Kota Mataram. Sebanyak 500 lembar di antaranya dibagikan kepada para ketua remaja masjid untuk masing-masing kafilah peserta pawai.

“Kami berharap, para kafilah bisa berpartisipasi menghimpun sampah yang ada di sekitar dan sepanjang jalan yang mereka lintasi,” ujar H Nizar Denny Cahyadi di Mataram pada Jumat, 21 Maret 2026.

Kolaborasi dengan PKL dan Petugas Kebersihan

Selain kepada remaja masjid, kantong plastik sampah juga didistribusikan kepada para pedagang kaki lima (PKL) yang akan berjualan di sepanjang rute pawai takbiran. DLH Kota Mataram bekerja sama dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kota Mataram untuk memastikan sampah dapat dihimpun dengan mudah dan diangkut oleh petugas.

Sebanyak 250 lembar kantong sampah sisanya dibawa oleh petugas kebersihan dari DLH. Mereka akan berada di barisan paling belakang peserta pawai takbiran untuk langsung membersihkan sisa sampah dari kegiatan tersebut.

“Melalui upaya itu, kami harapkan kondisi ruas jalan dan Kota Mataram secara umum tetap bersih sehingga pada paginya masyarakat bisa lebih nyaman berangkat ke lokasi salat Idul Fitri,” tambah Denny.

Pengerahan Ratusan Petugas dan Prediksi Peningkatan Sampah

Untuk menangani potensi tumpukan sampah pasca-pawai takbiran, DLH Kota Mataram mengerahkan 325 petugas kebersihan. Seluruh personel akan bekerja ekstra, termasuk memberlakukan sistem lembur.

“Apalagi untuk pawai takbiran digelar pada setiap kecamatan, jadi petugas harus kami sebar terpisah di enam kecamatan berbeda,” jelas Denny.

Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, DLH memprediksi volume sampah pada kegiatan takbiran akan mengalami peningkatan signifikan. Untuk pawai malam takbiran, volume sampah diprediksi sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 8 hingga 9 ton.

“Untuk itu, penanganan sampah usai acara akan kami optimalkan, untuk menjaga Kota Mataram tetap bersih,” pungkas H Nizar Denny Cahyadi.