Grup Astra, melalui payung Nurani Astra, terus memperluas jangkauan bantuan kemanusiaan bagi penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatra. Hingga awal Januari 2026, perusahaan konglomerat ini memfokuskan upaya pada pemulihan infrastruktur vital seperti instalasi air bersih, sanitasi, serta armada kesehatan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Upaya ini merupakan kelanjutan dari distribusi logistik darurat yang telah berjalan sejak akhir Desember lalu, menandai transisi dari tanggap darurat menuju fase rehabilitasi masyarakat. Bantuan terus mengalir secara bertahap ke wilayah terdampak.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan komitmen perusahaannya untuk memastikan kebutuhan dasar dan layanan kesehatan darurat tetap berfungsi optimal. “Kami menyalurkan tenda darurat, fasilitas air bersih, sanitasi, hingga memastikan kesiapan ambulans. Harapannya, langkah ini meringankan beban masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan yang menantang ini,” ujar Djony Bunarto dalam keterangan tertulisnya.

Selain kebutuhan pangan, Astra juga membangun infrastruktur jangka pendek untuk mencegah krisis kesehatan di lokasi pengungsian. Distribusi bantuan tahap ini mencakup 600 unit paket shelter lengkap dengan alas kasur dan selimut, serta pembangunan lima unit instalasi air bersih yang tersebar di titik-titik krusial. Sebanyak 600 paket sanitasi personal dan renovasi fasilitas umum seperti masjid turut menjadi bagian dari program ini.

Untuk mendukung pendidikan anak-anak di wilayah bencana, 750 paket alat sekolah disalurkan agar aktivitas belajar tidak terhenti total. Berdasarkan data perusahaan, pada tahap awal Desember lalu, Nurani Astra telah memasok kebutuhan pangan dalam skala besar. Bantuan tersebut meliputi 135 ton beras, 10.000 liter air minum layak konsumsi, serta ribuan paket sembako lainnya ke wilayah Tamiang, Langsa, Bireuen, hingga Tapanuli dan Agam.

Aspek krusial yang membedakan penanganan oleh Astra adalah pelibatan ekosistem bisnisnya untuk memulihkan layanan publik. Grup Astra berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan unit ambulans.

Teknisi dari AUTO2000, Astra Daihatsu, dan Astra Isuzu dikerahkan untuk memeriksa dan memperbaiki 126 unit ambulans serta kendaraan dinas kesehatan yang sempat terkendala operasionalnya akibat bencana. Armada tersebut kini telah kembali laik jalan dan tersebar di empat titik di Aceh, 17 titik di Sumatra Utara, serta 10 titik di Sumatra Barat. Kehadiran bengkel berjalan dan servis darurat ini memastikan mobilisasi pasien dan bantuan medis di daerah terpencil tetap terjaga.

Dalam pelaksanaannya, Astra terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap bantuan tersalurkan secara presisi sesuai skala prioritas di lapangan.